KSPI prediksi 1,3 juta lapangan kerja baru di 2013
Kamis, 27 Desember 2012 - 15:18 WIB
KSPI prediksi 1,3 juta lapangan kerja baru di 2013
A
A
A
Sindonews.com - Bertentangan dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memprediksi paling sedikit akan ada 1,3 juta lapangan kerja baru pada 2013 mendatang. Perkiraan KSPI ini didasari oleh perhitungan Bank Dunia dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
"Bank Dunia merilis, setiap kenaikan upah 10-20 persen di Indonesia akan terjadi negatif 1 persen penyerapan lapangan kerja. Itu kalau enggak ada pertumbuhan ekonomi. Tapi Anda lihat, menurut Bappenas, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi akan terserap 300 ribu pekerja baru, walaupun faktanya hanya 200 ribu. Kalau (pertumbuhan ekonomi) 6,3 persen, berarti kan 1,3 juta," papar Presiden KSPI Said Iqbal usai konferensi pers di Hotel Gren Alia, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Karena itu, pihaknya yakin tidak akan ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun depan. "Kalau UMP naik X rupiah, pertumbuhan ekonominya negatif, pasti tidak tercipta lapangan kerja. Tapi misalnya UMP naik 50 ribu, pertumbuhan ekonomi 7 persen, pasti akan tetap ada," simpul dia.
Berbeda dengan KSPI, Apindo memprediksi akan ada satu juta pekerja yang terkena PHK pada tahun depan akibat tingginya upah minimum provinsi (UMP). "Perkiraan kita tahun depan, kita harus memberhentikan karyawan kita satu juta orang," ujar Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi pekan lalu.
"Bank Dunia merilis, setiap kenaikan upah 10-20 persen di Indonesia akan terjadi negatif 1 persen penyerapan lapangan kerja. Itu kalau enggak ada pertumbuhan ekonomi. Tapi Anda lihat, menurut Bappenas, setiap 1 persen pertumbuhan ekonomi akan terserap 300 ribu pekerja baru, walaupun faktanya hanya 200 ribu. Kalau (pertumbuhan ekonomi) 6,3 persen, berarti kan 1,3 juta," papar Presiden KSPI Said Iqbal usai konferensi pers di Hotel Gren Alia, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Karena itu, pihaknya yakin tidak akan ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pada tahun depan. "Kalau UMP naik X rupiah, pertumbuhan ekonominya negatif, pasti tidak tercipta lapangan kerja. Tapi misalnya UMP naik 50 ribu, pertumbuhan ekonomi 7 persen, pasti akan tetap ada," simpul dia.
Berbeda dengan KSPI, Apindo memprediksi akan ada satu juta pekerja yang terkena PHK pada tahun depan akibat tingginya upah minimum provinsi (UMP). "Perkiraan kita tahun depan, kita harus memberhentikan karyawan kita satu juta orang," ujar Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi pekan lalu.
(rna)
Lihat Juga :