TDL naik, pengusaha Yogyakarta bisa bangkrut

Kamis, 27 Desember 2012 - 16:58 WIB
TDL naik, pengusaha...
TDL naik, pengusaha Yogyakarta bisa bangkrut
A A A
Sindonews.com - Kebijakan pemerintah yang akan menaikkan tarif tenaga listrik (TTL) diatas 900 volt Ampere (VA) pada 2013, mengancam eksistensi pengusaha kecil dan menengah yang ada di kota Yogyakarta.

Listrik telah menjadi variabel pokok dalam proses produksi. Kenaikan TTL ini akan semakin memberatkan pengusaha, karena pada 2013 mereka juga menanggung kenaikan upah minimum Kota/Kabuaten (UMK).

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Nur Achmad Affandi memastikan kenaikan TTL sebesar 15 persen ini akan memberikan dampak yang luas dalam dunia usaha. Listrik memiliki peran votal dam proses produksi. Biaya listrik saat ini telah menopang sekitar 12 sampai dengan 15 persen dari total biaya produksi.

Dampak yang paling besar akan dirasakan para pengusaha properti. Mulai dari kerajinan, furniture, hingga dunia perhotelan maupun industri tekstil. Kenaikan ini akan membuat daya saing mereka menurun, karena mereka sangat tergantung dengan listrik.

Kenaikan TTL, yang juga kenaikan UMK akan menjadikan pengusaha harus mengambil langkah selektif. Hingga kini hanya ada tiga perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK. Namun, banyak pengusaha mebel dan furniture yang mempekerjakan tenaga kontrak. Begitu pekerjaan selesai, mereka tidak akan memperpanjnag lagi.

“Dampak terburuk pasti akan menyebabkan angka pengangguran dan kemiskinan,” tandas mantan anggota DPRD DIY ini.

Pemerintah harusnya memberikan insentif bagi pelaku ekspor, seperti penurunan pajak dan mengurangi retribusi. Kenaikan TDL, dengan kebijakan agar pengusaha tetap eksis.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono, mengaku perhotelan merupakan salah satu usaha yang akan mengalami dampak terberat. Listrik menjadi variable utama dalam menjalankan bisnis ini. Setidaknya 70 persen biaya yang muncul dari listrik.

“Jelas ini menyulitkan kita, salah satunya dalam menentukan harga agar bisa bersaing,” ujar Deddy.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
Industri Keramik Tertekan,...
Industri Keramik Tertekan, Concord Industry Minta Harga Gas Lebih Kompetitif
3 menit yang lalu
Menangkap Pangsa Terbesar...
Menangkap Pangsa Terbesar Wisata Medis, Malaysia Fair 2026 Hadir di Jakarta
51 menit yang lalu
Petani Sawit: Margin...
Petani Sawit: Margin dan Kewenangan BUMN Tentukan Harga Jadi Beban Berat Ekosistem Sawit
1 jam yang lalu
Dasco Panggil Menkeu...
Dasco Panggil Menkeu dan Gubernur BI: Evaluasi Perkembangan Ekonomi
3 jam yang lalu
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
6 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
7 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved