IHSG akhir tahun di bawah ekspektasi pasar
Minggu, 30 Desember 2012 - 16:51 WIB
IHSG akhir tahun di bawah ekspektasi pasar
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang tahun ini ditutup menguat pada level 4.316,69 dan menjadi posisi keenam di kawasan Asia Pasifik atau keempat di kawasan Asia Tenggara. Namun, posisi bursa domestik tersebut di bawah ekspektasi pasar.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, meski IHSG berhasil ditutup menguat 34,83 poin atau 0,81 persen dibanding hari sebelumnya, namun posisi IHSG pada penutupan akhir tahun ini diluar dugaan. Edwin sebelumnya sempat memproyeksikan, IHSG pada penghujung 2012 bisa menyentuh level 4.500.
Namun, karena kondisi pasar tidak sesuai asumsi awal menyebabkan target tersebut meleset. Pemicunya, dia menjelaskan, karena aksi beli asing minim lantaran investor asing memilih menarik dananya dibanding menginvestasikan di dalam negeri. "Sehingga capaian indeks agak sedikit di luar dugaan," kata dia kepada Sindonews, Minggu (30/12/2012).
Disamping itu, data pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal IV tahun ini, yang juga dibawah harapan, batalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pemotongan subsidi energi menyebabkan defisit transaksi berjalan meningkat, sehingga berkorelasi kurang signifikan terhadap posisi IHSG. Adapun, sektor yang menjadi pendorong IHSG sepanjang tahun ini, yakni konstruksi infrastruktur, perbankan dan konsumer.
IHSG sempat mencapai rekor tertinggi pada 26 November 2012, dimana IHSG ditutup pada level 4.375,17. Sementara rekor terendah terjadi pada 4 Juni 2012, dimana IHSG pada saat itu berada pada level 3.654,58.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, meski IHSG berhasil ditutup menguat 34,83 poin atau 0,81 persen dibanding hari sebelumnya, namun posisi IHSG pada penutupan akhir tahun ini diluar dugaan. Edwin sebelumnya sempat memproyeksikan, IHSG pada penghujung 2012 bisa menyentuh level 4.500.
Namun, karena kondisi pasar tidak sesuai asumsi awal menyebabkan target tersebut meleset. Pemicunya, dia menjelaskan, karena aksi beli asing minim lantaran investor asing memilih menarik dananya dibanding menginvestasikan di dalam negeri. "Sehingga capaian indeks agak sedikit di luar dugaan," kata dia kepada Sindonews, Minggu (30/12/2012).
Disamping itu, data pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal IV tahun ini, yang juga dibawah harapan, batalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan pemotongan subsidi energi menyebabkan defisit transaksi berjalan meningkat, sehingga berkorelasi kurang signifikan terhadap posisi IHSG. Adapun, sektor yang menjadi pendorong IHSG sepanjang tahun ini, yakni konstruksi infrastruktur, perbankan dan konsumer.
IHSG sempat mencapai rekor tertinggi pada 26 November 2012, dimana IHSG ditutup pada level 4.375,17. Sementara rekor terendah terjadi pada 4 Juni 2012, dimana IHSG pada saat itu berada pada level 3.654,58.
(rna)
Lihat Juga :