IHSG berpotensi bergerak di atas level 4.500
Rabu, 02 Januari 2013 - 08:39 WIB
IHSG berpotensi bergerak di atas level 4.500
A
A
A
Melihat apa yang telah terjadi sepanjang satu tahun terakhir, pergerakan kinerja bursa utama dunia telah merefleksikan ragam indikator positif dan negatif yang silih berganti.
Beberapa sentimen utama, seperti keputusan quantitative easing, stimulus perekonomian, bailout negara berskala ekonomi kecil di Eropa dan naik turunnya indikator kinerja data makroekonomi hanya sebagian kecil faktor yang telah memengaruhi pergerakan indeks. Demikian pula halnya bila melihat fluktuasi yang terjadi dari indeks harga saham gabungan (IHSG). Beberapa faktor penting seperti pencabutan subsidi BBM, uang muka pembelian automotif dan properti, termasuk ragam peraturan pemerintah terbaru lainnya.
Selain itu, ada sentimen utama, yakni kekhawatiran akan dampak krisis global pada emiten dalam negeri juga telah menjadi beberapa indikator penggerak bursa dalam negeri. Bila dihitung dengan persentase, kenaikan indeks yang terjadi pun beragam. Melalui beberapa sentimen tersebut, seluruh bursa utama di dunia seolah tidak mampu menahan gejolak dan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun saat pasar dalam kondisi cenderung normal.
Sementara untuk beberapa bursa negara lain, kekhawatiran atas dampak krisis yang terjadi pun seolah tidak berbalas melalui tekanan jual yang berkelanjutan di sepanjang tahun 2012, seperti saat bursa dunia terpengaruh oleh dampak krisis subprime mortgage di Amerika Serikat beberapa tahun silam. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga ditunjukkan oleh ketiga indeks acuan utama dunia. Pada penutupan transaksi perdagangan pekan lalu, Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq Index ditutup dengan kenaikan tahunan sebesar 5,90 persen, 11,52 persen dan 13,63 persen.
Meski penutupan bursa acuan utama dunia berada pada teritori negatif dan kekhawatiran para pelaku pasar cenderung masih berlanjut, bila melihat dari sisi pencapaian atas turunnya angka unemployment rate yang cukup berarti serta indikator makro lainnya, termasuk perbaikan kinerja beberapa emiten yang berkorelasi tinggi dengan kondisi perekonomian di AS, sepertinya telah berhasil menjaga keyakinan investor. Pada pekan ini, pelaku pasar masih akan fokus kepada keputusan pertemuan di Washington serta langkah-langkah yang akan dilakukan oleh pemerintahan baru Jepang.
Beberapa data perekonomian dari China juga akan menjadi fokus lain investor di wilayah tersebut. Demikian pula halnya dengan indeks IHSG yang ditutup pada 4316,69, atau menguat 12,94 persen dibandingkan dengan penutupan tahun lalu pada level 3821,99. Pekan ini, terjadi tidaknya atas apa yang sering kita dengar dengan Efek Januari (January Effect) masih akan sangat bergantung pada hasil pertemuan di Washington.
Pergerakan IHSG juga masih akan rentan dengan sentimen yang terjadi di wilayah global dan regional, utamanya perkembangan terkini keputusan upaya penanganan fiscal cliff. Pasar juga masih berpotensi terbagi atas dua sudut pandang, yakni optimisme akan kekuatan perekonomian Indonesia yang akan berdampak pada stabilnya kinerja emiten dalam negeri dan kekhawatiran atas berlanjutnya krisis yang terjadi dan memberikan dampak pada angka pasokan dan permintaan di beberapa sektor.
Dengan asumsi sentimen positif akan lebih mendominasi, maka pada tahun ini IHSG dapat bergerak di atas level 4.500. Tetap fokus pada saham berbasis konsumsi, ritel, automotif, media, infrastruktur, dan properti yang memiliki kekuatan pasar domestik dapat dijadikan sebagai salah satu strategi investasi di sepanjang tahun 2013. Saham pada sektor lain seperti perbankan, farmasi, rokok, telekomunikasi, dan semen, juga patut untuk dicermati.
Penghindaran untuk sementara saham-saham yang memiliki korelasi tinggi terhadap tingkat suku bunga dan nilai tukar rupiah serta memiliki kekuatan pasar ekspor yang tinggi, termasuk rentan terhadap kondisi perekonomian global dan regional, juga sebaiknya tetap dilakukan. Sektor yang tengah mengalami kelesuan seperti pertambangan batu bara, alat berat dan CPO juga sebaiknya tetap diwaspadai.
Dari pasar dalam negeri, beberapa pekerjaan rumah seperti nilai tukar rupiah, pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas angka inflasi serta update terkini pencabutan subsidi BBM, termasuk sentimen UMP terbaru dan kenaikan TDL akan menjadi beberapa faktor yang mewarnai pergerakan IHSG di sepanjang tahun ini. Selamat berinvestasi dan sukses selalu di tahun 2013.
AKHMAD NURCAHYADI
Analis BNI Securities
Beberapa sentimen utama, seperti keputusan quantitative easing, stimulus perekonomian, bailout negara berskala ekonomi kecil di Eropa dan naik turunnya indikator kinerja data makroekonomi hanya sebagian kecil faktor yang telah memengaruhi pergerakan indeks. Demikian pula halnya bila melihat fluktuasi yang terjadi dari indeks harga saham gabungan (IHSG). Beberapa faktor penting seperti pencabutan subsidi BBM, uang muka pembelian automotif dan properti, termasuk ragam peraturan pemerintah terbaru lainnya.
Selain itu, ada sentimen utama, yakni kekhawatiran akan dampak krisis global pada emiten dalam negeri juga telah menjadi beberapa indikator penggerak bursa dalam negeri. Bila dihitung dengan persentase, kenaikan indeks yang terjadi pun beragam. Melalui beberapa sentimen tersebut, seluruh bursa utama di dunia seolah tidak mampu menahan gejolak dan tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun saat pasar dalam kondisi cenderung normal.
Sementara untuk beberapa bursa negara lain, kekhawatiran atas dampak krisis yang terjadi pun seolah tidak berbalas melalui tekanan jual yang berkelanjutan di sepanjang tahun 2012, seperti saat bursa dunia terpengaruh oleh dampak krisis subprime mortgage di Amerika Serikat beberapa tahun silam. Kondisi yang tidak jauh berbeda juga ditunjukkan oleh ketiga indeks acuan utama dunia. Pada penutupan transaksi perdagangan pekan lalu, Dow Jones, S&P500, dan Nasdaq Index ditutup dengan kenaikan tahunan sebesar 5,90 persen, 11,52 persen dan 13,63 persen.
Meski penutupan bursa acuan utama dunia berada pada teritori negatif dan kekhawatiran para pelaku pasar cenderung masih berlanjut, bila melihat dari sisi pencapaian atas turunnya angka unemployment rate yang cukup berarti serta indikator makro lainnya, termasuk perbaikan kinerja beberapa emiten yang berkorelasi tinggi dengan kondisi perekonomian di AS, sepertinya telah berhasil menjaga keyakinan investor. Pada pekan ini, pelaku pasar masih akan fokus kepada keputusan pertemuan di Washington serta langkah-langkah yang akan dilakukan oleh pemerintahan baru Jepang.
Beberapa data perekonomian dari China juga akan menjadi fokus lain investor di wilayah tersebut. Demikian pula halnya dengan indeks IHSG yang ditutup pada 4316,69, atau menguat 12,94 persen dibandingkan dengan penutupan tahun lalu pada level 3821,99. Pekan ini, terjadi tidaknya atas apa yang sering kita dengar dengan Efek Januari (January Effect) masih akan sangat bergantung pada hasil pertemuan di Washington.
Pergerakan IHSG juga masih akan rentan dengan sentimen yang terjadi di wilayah global dan regional, utamanya perkembangan terkini keputusan upaya penanganan fiscal cliff. Pasar juga masih berpotensi terbagi atas dua sudut pandang, yakni optimisme akan kekuatan perekonomian Indonesia yang akan berdampak pada stabilnya kinerja emiten dalam negeri dan kekhawatiran atas berlanjutnya krisis yang terjadi dan memberikan dampak pada angka pasokan dan permintaan di beberapa sektor.
Dengan asumsi sentimen positif akan lebih mendominasi, maka pada tahun ini IHSG dapat bergerak di atas level 4.500. Tetap fokus pada saham berbasis konsumsi, ritel, automotif, media, infrastruktur, dan properti yang memiliki kekuatan pasar domestik dapat dijadikan sebagai salah satu strategi investasi di sepanjang tahun 2013. Saham pada sektor lain seperti perbankan, farmasi, rokok, telekomunikasi, dan semen, juga patut untuk dicermati.
Penghindaran untuk sementara saham-saham yang memiliki korelasi tinggi terhadap tingkat suku bunga dan nilai tukar rupiah serta memiliki kekuatan pasar ekspor yang tinggi, termasuk rentan terhadap kondisi perekonomian global dan regional, juga sebaiknya tetap dilakukan. Sektor yang tengah mengalami kelesuan seperti pertambangan batu bara, alat berat dan CPO juga sebaiknya tetap diwaspadai.
Dari pasar dalam negeri, beberapa pekerjaan rumah seperti nilai tukar rupiah, pencapaian target pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas angka inflasi serta update terkini pencabutan subsidi BBM, termasuk sentimen UMP terbaru dan kenaikan TDL akan menjadi beberapa faktor yang mewarnai pergerakan IHSG di sepanjang tahun ini. Selamat berinvestasi dan sukses selalu di tahun 2013.
AKHMAD NURCAHYADI
Analis BNI Securities
(rna)
Lihat Juga :