Jam perdagangan maju, tingkatkan volume transaksi
Rabu, 02 Januari 2013 - 12:24 WIB
Jam perdagangan maju, tingkatkan volume transaksi
A
A
A
Sindonews.com - Ditengah berbagai perdebatan perihal penting atau tidaknya memajukan jam perdagangan, Direktur Utama Sucorinfest Central Gani, Ratih D Item memberi tanggapan positif terhadap peraturan yang resmi diberlakukan sejak hari ini.
"Tentu yang namanya kebijakan itu dibuat dengan harapan memberi effort positif ya. Jadi kita juga berharap itu selalu positif," ujar Ratih saat ditemui Sindonews di Gedung Bursa Efek Indonesai (BEI), Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Positifnya tanggapan Sucorinfest sendiri, diakui Ratih karena dengan dimajukannya jam perdagangan diharapkan bisa menambah investor maupun volume transaksi.
"Selalu penting, menyesuaikan dengan Asia. Kita selalu satu jam di belakang singapura. Kalau kita maju, diharapakan bisa mulai nambah nasabah, nambah volume," terang Ratih.
Proyeksi Ratih sendiri agaknya bukan tanpa dasar karena bila dipandang dari sisi teknis, meningkatnya volume transaksi perdagangan mungkin saja dicapai karena dengan jam perdagangan yang dimulai lebih awal akan membuka kesempatan investor asing untuk melakukan investasi lebih awal di Bursa Indonesia.
"Karena misalnya ada investor masuk di Hongkong, di Singapura bisa langsung masuk juga di indonesia karena jamnya sejajar," imbuhnya.
"Tentu yang namanya kebijakan itu dibuat dengan harapan memberi effort positif ya. Jadi kita juga berharap itu selalu positif," ujar Ratih saat ditemui Sindonews di Gedung Bursa Efek Indonesai (BEI), Jakarta, Rabu (2/1/2013).
Positifnya tanggapan Sucorinfest sendiri, diakui Ratih karena dengan dimajukannya jam perdagangan diharapkan bisa menambah investor maupun volume transaksi.
"Selalu penting, menyesuaikan dengan Asia. Kita selalu satu jam di belakang singapura. Kalau kita maju, diharapakan bisa mulai nambah nasabah, nambah volume," terang Ratih.
Proyeksi Ratih sendiri agaknya bukan tanpa dasar karena bila dipandang dari sisi teknis, meningkatnya volume transaksi perdagangan mungkin saja dicapai karena dengan jam perdagangan yang dimulai lebih awal akan membuka kesempatan investor asing untuk melakukan investasi lebih awal di Bursa Indonesia.
"Karena misalnya ada investor masuk di Hongkong, di Singapura bisa langsung masuk juga di indonesia karena jamnya sejajar," imbuhnya.
(rna)
Lihat Juga :