Saingi China, Jepang buka pasar di Myanmar

Kamis, 03 Januari 2013 - 13:22 WIB
Saingi China, Jepang...
Saingi China, Jepang buka pasar di Myanmar
A A A
Sindonews.com - Jepang berusaha mengembangkan pasarnya di Asia Tenggara. Salah satu negara yang mereka bidik kali ini adalah Myanmar.

Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso dilaporkan telah bertemu dengan Presiden Myanmar dan sejumlah pejabat senior di istana kepresidenan Naypyidaw, guna menjajaki kerjasama perdagangan dengan negara berpenduduk 64 juta jiwa itu.

Perjalanan Aso ke Myanmar, adalah kunjungan pertama pejabat Jepang sejak Perdana Menteri, Shinzo Abe, menjabat bulan lalu, atau bertepatan dengan keprihatinan AS dan PBB atas serangan pemerintah terhadap pemberontak etnis di Myanmar utara.

"Myanmar bisa menjadi salah satu bintang berikutnya, naik di Asia jika berhasil memanfaatkan potensi yang mereka miliki," kata Bank Pembangunan Asia (ADB) seperti dilansir Bloomberg, Kamis (3/1/2012).

Jepang memanfaatkan kondisi stagnan ekonomi negara yang berbatasan langsung dengan India dan China itu. Apalagi, Presiden Myanmar, Thein Sein berusaha memenuhi janjinya untuk menarik industri padat karya guna menciptakan lapangan kerja di wilayahnya.

Namun, upaya Jepang bersaing dengan China di pasar Myanmar berisiko hubungan kedua ekonomi terbesar di Asia itu bertambah tegang, pasca berselisih perebutan pulau di Laut China Timur.

"China menganggap Myanmar selama ini sebagai ladang. China sangat sensitif dengan langkah Jepang dan AS. Karena itu, Myanmar bisa menjadi salah satu sumber konflik," kata Takuji Okubo, kepala ekonom Advisors Makro Jepang.

Reformasi demokratis sejak Thein Sein mengambil alih kekuasaan pada 2011, mendorong negara-negara Barat memberikan keringanan sanksi dan fokus pada pertumbuhan ekonomi, setelah lima dekade pemerintahan militer Myanmar terputus dari sistem keuangan global.

Tahun lalu, investasi asing yang masuk ke negara tersebut meningkat 40 persen, mencatat rekor USD3,99 miliar. Menurut perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF), Myanmar memiliki sumber daya alam yang berlimpah, mulai dari gas, permata sampai dengan minyak.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
2 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
12 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved