Kinerja diberitakan buruk, ini tanggapan Menpera
Minggu, 06 Januari 2013 - 15:48 WIB
Kinerja diberitakan buruk, ini tanggapan Menpera
A
A
A
Sindonews.com - Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) menyatakan akan tetap berusaha sebaik mungkin melaksanakan tugas pokoknya dengan baik meskipun sempat ada pemberitaan negatif di sejumlah media massa terkait kinerja kementerian yang dipimpinnya.
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan, adanya pemberitaan tentang kinerja tentang perumahan rakyat di media tersebut, akan semakin menambah semangat dirinya agar lebih bekerja lebih baik lagi.
“Saya harap media tidak hanya memberitakan kinerja Kemenpera yang negatif saja. Jika ada prestasi dari Kemenpera yang berhasil tentu juga harus diberitakan juga,” kata Djan dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2012 dan Rencana Kerja Tahun 2013 Kemenpera di Jakarta, Jumat (4/1/2012).
Untuk itu, kata dia, Kemenpera akan terus menggandeng semua pihak agar terus mendukung serta mendorong program perumahan di Indonesia.
Djan juga menyatakan dirinya tetap optimistis pelaksanaan program pembangunan perumahan di Indonesia pada tahun 2013 akan terlaksana dengan baik. Untuk itu dia meminta agar seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan baik dari kalangan asosiasi pengembang, perbankan, serta masyarakat luas saling bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan pasokan rumah yang layak huni untuk masyarakat.
“Saya tetap optimis pelaksanaan program perumahan di Indonesia pada tahun 2013 akan lebih baik lagi. Untuk itu, Kemenpera siap bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan khususnya bidang perumahan agar penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Djan.
Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA) menyatakan ada enam kementerian "pemalas" pada 2012. Catatan Seknas FITRA tersebut berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I atau dari Januari hingga Juni 2012 terhadap kinerja anggaran kementerian pada tahun 2012.
Enam kementerian tersebut adalah Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Keenam kementerian ini dinilai gagal merealisasikan target penyerapan anggaran. Hingga pertengahan tahun 2012, penyerapan anggaran masih di bawah 20 persen.
Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz mengatakan, adanya pemberitaan tentang kinerja tentang perumahan rakyat di media tersebut, akan semakin menambah semangat dirinya agar lebih bekerja lebih baik lagi.
“Saya harap media tidak hanya memberitakan kinerja Kemenpera yang negatif saja. Jika ada prestasi dari Kemenpera yang berhasil tentu juga harus diberitakan juga,” kata Djan dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2012 dan Rencana Kerja Tahun 2013 Kemenpera di Jakarta, Jumat (4/1/2012).
Untuk itu, kata dia, Kemenpera akan terus menggandeng semua pihak agar terus mendukung serta mendorong program perumahan di Indonesia.
Djan juga menyatakan dirinya tetap optimistis pelaksanaan program pembangunan perumahan di Indonesia pada tahun 2013 akan terlaksana dengan baik. Untuk itu dia meminta agar seluruh pemangku kepentingan bidang perumahan baik dari kalangan asosiasi pengembang, perbankan, serta masyarakat luas saling bekerja sama dengan baik untuk meningkatkan pasokan rumah yang layak huni untuk masyarakat.
“Saya tetap optimis pelaksanaan program perumahan di Indonesia pada tahun 2013 akan lebih baik lagi. Untuk itu, Kemenpera siap bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan khususnya bidang perumahan agar penyediaan rumah layak huni untuk masyarakat bisa terpenuhi dengan baik,” ujar Djan.
Sebelumnya, Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (FITRA) menyatakan ada enam kementerian "pemalas" pada 2012. Catatan Seknas FITRA tersebut berdasarkan laporan realisasi anggaran semester I atau dari Januari hingga Juni 2012 terhadap kinerja anggaran kementerian pada tahun 2012.
Enam kementerian tersebut adalah Kementerian Perumahan Rakyat, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat.
Keenam kementerian ini dinilai gagal merealisasikan target penyerapan anggaran. Hingga pertengahan tahun 2012, penyerapan anggaran masih di bawah 20 persen.
(rna)
Lihat Juga :