Pekan depan, IHSG diproyeksi cetak rekor lagi
Minggu, 06 Januari 2013 - 17:23 WIB
Pekan depan, IHSG diproyeksi cetak rekor lagi
A
A
A
Sindonews.com - Kendati masih dihantui kekhawatiran akan terjadinya aksi ambil untung (profit taking), indeks harga saham gabungan (IHSG) sepanjang pekan depan diproyeksi masih mampu bergerak positif. Bahkan diprediksi mampu memperbaharui rekor tertingginya setelah pada pekan pertama tahun ini secara luar biasa mencatat dua kali rekor baru dalam dua hari berturut-turut.
"Diperkirakan pekan depan, IHSG akan berada pada rentang support 4.310-4.360 dan resistance 4.425-4.450," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Minggu (6/1/2013).
IHSG, lanjut Reza, terlihat membentuk pola seperti spinning top melewati middle bollinger bands. MACD bergerak naik mencoba golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba melewati area jenuh beli (overbought).
Target resisten tersebut tumbuh sekitar 0,9 persen dibanding posisi terakhirnya pekan lalu yang hanya mampu berada pada posisi 4.408,77. "Dari penutupan di akhir pekan kemarin yang kebetulan perdagangan hanya berlangsung tiga hari, IHSG terus mencoba untuk menyentuh resisten terbarunya," tambah Reza.
Namun demikian, diakui Reza, pihaknya masih meragukan ketahanan IHSG untuk menuju target resisten kedua berikutnya pada level 4.450 karena posisinya yang hampir mendekati area overbought dan biasanya akan dimanfaatkan untuk profit taking serta tidak adanya dukungan dari volume perdagangan.
"Meski terdapat peluang untuk profit taking, namun kami berharap terbatas dan dapat diimbangi oleh rilis sejumlah data-data ekonomi yang dapat menghalau sentimen-sentimen negatif yang ada," tegasnya.
Sentimen positif yang dimaksud Reza bukan hanya menggantungkan diri pada sentimen dari global saja, tetapi juga dari Tanah Air. Setelah di akhir pekan sebelumnya rilis data Nonfarm Payrolls AS mampu mengimbangi sentimen negatif dari rencana The Fed memberhentikan bond-buying program di tahun ini.
"Data-data yang kemungkinan diharapkan dapat direspon positif untuk menjaga sentimen di pasar, diantaranya indeks perumahan Inggris, trade balance di Inggris, Jerman, dan Perancis, Indeks Optimisme Ekonomi AS; Consumer Confidence, Retail Sales, Tingkat pengangguran di Eropa; Interest rate Eropa; dan Industrial Production negara-negara Eropa. Selain itu, juga terdapat klaim pengangguran mingguan AS." paparnya.
Di pekan depan sendiri, lanjut dia setidaknya masih ada saham-saham yang menarik untuk diperdagangkan dilihat dari fundamentalnya. "Adapun saham -saham yang dapat diperhatikan sepanjang pekan depan adalah LPCK, UNVR, SMCB, BBRI, BHIT, BCAP, TOTL, PTPP, CTRP, ASRI, MAPI, dan INDF," tutur dia.
Sebagai informasi, IHSG pada tahun lalu sempat mencetak rekor tertinggi pada 26 November 2012. Pada hari itu, IHSG ditutup pada level 4.375,17. Namun, posisi tersebut terlewati pada Kamis (3/1/2013), dimana IHSG berhasil ditutup pada level baru di 4.399,26. Kemudian sehari setelahnya, atau pada akhir perdagangan pekan ini, IHSG kembali mencetak rekor baru dengan naik 0,24 persen ke level 4.410,02.
"Diperkirakan pekan depan, IHSG akan berada pada rentang support 4.310-4.360 dan resistance 4.425-4.450," kata Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, Minggu (6/1/2013).
IHSG, lanjut Reza, terlihat membentuk pola seperti spinning top melewati middle bollinger bands. MACD bergerak naik mencoba golden cross dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba melewati area jenuh beli (overbought).
Target resisten tersebut tumbuh sekitar 0,9 persen dibanding posisi terakhirnya pekan lalu yang hanya mampu berada pada posisi 4.408,77. "Dari penutupan di akhir pekan kemarin yang kebetulan perdagangan hanya berlangsung tiga hari, IHSG terus mencoba untuk menyentuh resisten terbarunya," tambah Reza.
Namun demikian, diakui Reza, pihaknya masih meragukan ketahanan IHSG untuk menuju target resisten kedua berikutnya pada level 4.450 karena posisinya yang hampir mendekati area overbought dan biasanya akan dimanfaatkan untuk profit taking serta tidak adanya dukungan dari volume perdagangan.
"Meski terdapat peluang untuk profit taking, namun kami berharap terbatas dan dapat diimbangi oleh rilis sejumlah data-data ekonomi yang dapat menghalau sentimen-sentimen negatif yang ada," tegasnya.
Sentimen positif yang dimaksud Reza bukan hanya menggantungkan diri pada sentimen dari global saja, tetapi juga dari Tanah Air. Setelah di akhir pekan sebelumnya rilis data Nonfarm Payrolls AS mampu mengimbangi sentimen negatif dari rencana The Fed memberhentikan bond-buying program di tahun ini.
"Data-data yang kemungkinan diharapkan dapat direspon positif untuk menjaga sentimen di pasar, diantaranya indeks perumahan Inggris, trade balance di Inggris, Jerman, dan Perancis, Indeks Optimisme Ekonomi AS; Consumer Confidence, Retail Sales, Tingkat pengangguran di Eropa; Interest rate Eropa; dan Industrial Production negara-negara Eropa. Selain itu, juga terdapat klaim pengangguran mingguan AS." paparnya.
Di pekan depan sendiri, lanjut dia setidaknya masih ada saham-saham yang menarik untuk diperdagangkan dilihat dari fundamentalnya. "Adapun saham -saham yang dapat diperhatikan sepanjang pekan depan adalah LPCK, UNVR, SMCB, BBRI, BHIT, BCAP, TOTL, PTPP, CTRP, ASRI, MAPI, dan INDF," tutur dia.
Sebagai informasi, IHSG pada tahun lalu sempat mencetak rekor tertinggi pada 26 November 2012. Pada hari itu, IHSG ditutup pada level 4.375,17. Namun, posisi tersebut terlewati pada Kamis (3/1/2013), dimana IHSG berhasil ditutup pada level baru di 4.399,26. Kemudian sehari setelahnya, atau pada akhir perdagangan pekan ini, IHSG kembali mencetak rekor baru dengan naik 0,24 persen ke level 4.410,02.
(rna)
Lihat Juga :