IHSG masih dibayangi aksi profit taking
Senin, 07 Januari 2013 - 08:15 WIB
IHSG masih dibayangi aksi profit taking
A
A
A
Sindonews.com - Ditengah positifnya sentimen yang berhembus dan masih besarnya potensi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk melanjutkan penguatannya, namun profit taking masih menghantui dan berpotensi menghambat penguatan yang ada.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.378-4.396 dan resistance 4.422-4.435," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (7/1/2013).
IHSG, lanjut dia, berpola hanging man dan melewati upper bollinger bands (UBB). MACD masih melanjutkan kenaikan setelah terbentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik melampui area overbought.
Menurut Reza, meski IHSG masih dapat bergerak naik, namun tidak diikuti oleh volume sehingga peluang terjadinya profit taking masih ada. Selain itu, dari sisi sentimen juga tidak mendukung sepenuhnya.
"Pelaku pasar sebaiknya tetap mewaspadai adanya potensi profit taking ini dan tidak terlalu agresif," imbuhnya.
Dari pasar global, bursa saham Eropa bergerak menguat tipis dimana sebelumnya sempat melemah setelah merespon positifnya data-data ekonomi yang dirilis dari ekspektasi naiknya nonfarm payrolls AS dan dari internal berupa penjualan ritel Jerman serta service PMI Spanyol dan Italia.
Namun, di sisi lain service PMI Perancis, Inggris, dan Jerman turun tipis. Selain itu, pelaku pasar sempat merespon negatif pernyataan The Fed yang akan mengakhiri bond-buying program-nya.
Bursa saham AS berakhir positif dimana sebelumnya sempat melemah setelah pelaku pasar merespon data tenaga kerja dan jasa yang memberi sinyal ekonomi AS mulai stabil meski pemulihan masih berjalan lambat.
Data sektor jasa AS bulan Desember dinilai tumbuh tercepat dalam 10 bulan terakhir.
"Sentimen positif ini mampu mengimbangi sentimen negatif dari pernyataan The Fed yang mengatakan kemungkinannya akan mengakhiri pembelian obligasi senilai USD85 miliar tiap bulannya (seperti yang sebelumnya direncanakan tahun lalu) pada tahun 2013," tutupnya.
"Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.378-4.396 dan resistance 4.422-4.435," ujar Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (7/1/2013).
IHSG, lanjut dia, berpola hanging man dan melewati upper bollinger bands (UBB). MACD masih melanjutkan kenaikan setelah terbentuk golden cross dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih bergerak naik melampui area overbought.
Menurut Reza, meski IHSG masih dapat bergerak naik, namun tidak diikuti oleh volume sehingga peluang terjadinya profit taking masih ada. Selain itu, dari sisi sentimen juga tidak mendukung sepenuhnya.
"Pelaku pasar sebaiknya tetap mewaspadai adanya potensi profit taking ini dan tidak terlalu agresif," imbuhnya.
Dari pasar global, bursa saham Eropa bergerak menguat tipis dimana sebelumnya sempat melemah setelah merespon positifnya data-data ekonomi yang dirilis dari ekspektasi naiknya nonfarm payrolls AS dan dari internal berupa penjualan ritel Jerman serta service PMI Spanyol dan Italia.
Namun, di sisi lain service PMI Perancis, Inggris, dan Jerman turun tipis. Selain itu, pelaku pasar sempat merespon negatif pernyataan The Fed yang akan mengakhiri bond-buying program-nya.
Bursa saham AS berakhir positif dimana sebelumnya sempat melemah setelah pelaku pasar merespon data tenaga kerja dan jasa yang memberi sinyal ekonomi AS mulai stabil meski pemulihan masih berjalan lambat.
Data sektor jasa AS bulan Desember dinilai tumbuh tercepat dalam 10 bulan terakhir.
"Sentimen positif ini mampu mengimbangi sentimen negatif dari pernyataan The Fed yang mengatakan kemungkinannya akan mengakhiri pembelian obligasi senilai USD85 miliar tiap bulannya (seperti yang sebelumnya direncanakan tahun lalu) pada tahun 2013," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :