Kenaikan harga LPG non subsidi mendesak

Selasa, 08 Januari 2013 - 09:34 WIB
Kenaikan harga LPG non...
Kenaikan harga LPG non subsidi mendesak
A A A
Sindonews.com - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menilai rencana kenaikan harga gas LPG nonsubsidi (tabung 12 kg dan 50 kg) mendesak dilakukan demi menjaga kinerja perseroan.

Presiden FSPPB Ugan Gandar menegaskan, dengan kenaikan LPG tersebut bukan berarti Pertamina tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat. Menurutnya, LPG tabung 12 kg dan 50 kg selama ini tidak disubsidi oleh pemerintah sehingga Pertamina harus menanggung kerugian yang jumlahnya capai puluhan triliun rupiah.

"Selama ini LPG nonsubsidi itu juga digunakan oleh konsumen dan golongan menengah ke atas yang sebetulnya memiliki daya beli cukup tinggi," kata dia, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Sindonews di Jakarta, Selasa (8/1/2013).

Dia juga mengatakan, pertimbangan pemerintah untuk tidak menyetujui rencana kenaikan harga jual gas tabung 12 kg dan 50 kg dapat dinilai sebagai sikap merayu golongan menengah ke atas. Padahal di sisi lain, pemerintah telah menyetujui kebijakan kenaikan tarif tenaga listrik (TTL).

”Apakah kerugian Pertamina dalam menjual LPG sebesar Rp20 triliun selama ini tidak dianggap pemerintah sebagai kerugian negara?” tuturnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tips Menghemat LPG,...
Tips Menghemat LPG, Dijamin Awet Meski Masak Setiap Hari
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran...
31 Mei 2024, Akhir Pendaftaran Beli LPG 3 Kg Pakai KTP
Harga Gas Elpiji Non...
Harga Gas Elpiji Non Subsidi di Maros Naik Rp15 Ribu
Kecanduan LPG, Impor...
Kecanduan LPG, Impor 2021 Naik Jadi 7,2 Juta Ton
Harga Elpiji Non-Subsidi...
Harga Elpiji Non-Subsidi 2 Kali Naik, Siap-siap Gas Melon Jadi Langka
Istana Pastikan Warung...
Istana Pastikan Warung Kelontong Bisa Kembali Jual Gas LPG 3 Kg Hari Ini
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
2 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
2 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
2 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
4 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
4 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved