Sepanjang 2012, rupiah terdepresiasi 5,9%

Kamis, 10 Januari 2013 - 16:06 WIB
Sepanjang 2012, rupiah...
Sepanjang 2012, rupiah terdepresiasi 5,9%
A A A
Sindonews.com - Sepanjang tahun 2012, Bank Indonesia (BI) mencatat tekanan depresiasi paling tajam terhadap nilai tukar rupiah terjadi pada kuartal dua dan tiga tahun lalu. Ini sebagai akibat memburuknya kondisi perekonomian global.

"(Depresisasi rupiah) itu jadi berdampak pada penurunan arus portofolio asing yang masuk ke Indonesia," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution di Gedung BI, Jakarta, Kamis (10/1/2013).

Di sisi lain, tekanan yang datang dari domestik terhadap mata uang rupiah berasal dari tingginya permintaan valas untuk keperluan impor ditengah perlambatan kinerja ekspor.

"Untuk faktor dari dalam negeri, tingginya permintaan valas untuk keperluan impor ditengah perlambatan kinerja ekspor, juga turut menekan rupiah," tambah dia.

Diakui Darmin, kendati nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat stabil pada kuartal IV/2012, namun rupiah sepanjang tahun lalu sempat mengalami depresiasi dengan volatilitas yang cukup rendah.

"Nilai tukar kembali stabil pada kuartal IV/2012 karena peningkatan portofolio asing, baik lewat modal maupun investasi langsung. Tapi secara point to point, rupiah melemah 5,91 persen (yoy) ke level Rp9.638 per dolar AS." ujarnya.

Ke depan, Bank Indonesia akan tetap fokus dalam menjaga keseimbangan nilai tukar rupiah. "Kalaupun mengalami pergerakan secara fundamental, volatilitasnya jangan terlalu tajam," imbuh dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
AFI Tawarkan Perlindungan...
AFI Tawarkan Perlindungan Jiwa Lintas Generasi Perkuat Ketahanan Finansial
4 jam yang lalu
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
4 jam yang lalu
PNM Bawa Suara Jutaan...
PNM Bawa Suara Jutaan Pengusaha Ultra Mikro di Halal Expo Indonesia 2026
5 jam yang lalu
Sabet Dua Penghargaan,...
Sabet Dua Penghargaan, Great Eastern Life Bersinar di Ajang Insurance Asia Awards 2026
5 jam yang lalu
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
5 jam yang lalu
Industri Plastik Tertekan...
Industri Plastik Tertekan Impor Murah China, Pabrik Mulai Pangkas Jam Kerja
5 jam yang lalu
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved