Langkah BI diharapkan dorong laju rupiah
Senin, 14 Januari 2013 - 08:26 WIB
Langkah BI diharapkan dorong laju rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Pergerakan nilai tukar rupiah diharapkan naik tipis merespon rilis data suku bunga Korea Selatan yang bertahan di level 2,75 persen serta kenaikan CPI bulanan dan tahunan China.
"Selain itu, juga merespon positif pernyataan Gubernur BI, Darmin Nasution bahwa BI sudah merumuskan dan mengambil langkah untuk mengendalikan situasi rupiah kembali ke porsi yang ideal dan masalah ini merupakan persoalan pengendalian pasar bukan peraturan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (14/1/2013).
Meski tidak secara detil dikemukakan langkah tersebut, menurut Reza, namun cukup dapat menenangkan pasar bahwa BI akan segera mengendalikan dan menahan laju pelemahan rupiah. Namun, di sisi lain, laju penguatan rupiah tertahan oleh sentimen pelemahan industrial production dari beberapa negara di Eropa, sehingga nilai tukar euro pun belum mampu menguat.
Bursa saham Asia variatif cenderung melemah setelah merespon rilis data tingkat inflasi China bulan Desember yang semakin tinggi di atas estimasi, sehingga menghapus sentimen positif dari Jepang berupa pengucuran stimulus oleh pemerintah.
Rilis kenaikan inflasi dipersepsikan oleh pasar, dimana pemerintahan China memiliki ruang yang cukup sempit untuk melakukan pelonggaran moneter untuk perbaikan ekonomi.
Bursa saham Eropa variatif cenderung naik tipis setelah merespon pengumuman stimulus dari Jepang dan di sisi lain juga merespon rilis data kenaikan CPI China, sehingga menghapus optimisme terhadap perbaikan ekonomi China.
Di sisi lain, sejumlah data-data ekonomi yang dirilis di Eropa tidak begitu baik terutama dari rilis penurunan industrial production Spanyol dan Inggris.
Begitu pun dengan manufacturing production Inggris yang juga melemah. Bursa saham AS berakhir positif dimana pelaku pasar kembali menantikan laporan kinerja para emiten dan menanggapi positif kenaikan di atas estimasi neraca perdagangan China.
Naiknya neraca perdagangan China dipersepsikan naiknya ekspor. Sentimen positif ini dapat menutupi sentimen negatif dari kenaikan inflasi China.
Setelah dalam rilis sementara, Alcoa Inc. melaporkan adanya kenaikan kinerja, pelaku pasar menantikan rilis kinerja dari emiten lainnya antara lain dari sektor migas, mineral, perbankan, dan lainnya.
"Selain itu, juga merespon positif pernyataan Gubernur BI, Darmin Nasution bahwa BI sudah merumuskan dan mengambil langkah untuk mengendalikan situasi rupiah kembali ke porsi yang ideal dan masalah ini merupakan persoalan pengendalian pasar bukan peraturan," kata Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (14/1/2013).
Meski tidak secara detil dikemukakan langkah tersebut, menurut Reza, namun cukup dapat menenangkan pasar bahwa BI akan segera mengendalikan dan menahan laju pelemahan rupiah. Namun, di sisi lain, laju penguatan rupiah tertahan oleh sentimen pelemahan industrial production dari beberapa negara di Eropa, sehingga nilai tukar euro pun belum mampu menguat.
Bursa saham Asia variatif cenderung melemah setelah merespon rilis data tingkat inflasi China bulan Desember yang semakin tinggi di atas estimasi, sehingga menghapus sentimen positif dari Jepang berupa pengucuran stimulus oleh pemerintah.
Rilis kenaikan inflasi dipersepsikan oleh pasar, dimana pemerintahan China memiliki ruang yang cukup sempit untuk melakukan pelonggaran moneter untuk perbaikan ekonomi.
Bursa saham Eropa variatif cenderung naik tipis setelah merespon pengumuman stimulus dari Jepang dan di sisi lain juga merespon rilis data kenaikan CPI China, sehingga menghapus optimisme terhadap perbaikan ekonomi China.
Di sisi lain, sejumlah data-data ekonomi yang dirilis di Eropa tidak begitu baik terutama dari rilis penurunan industrial production Spanyol dan Inggris.
Begitu pun dengan manufacturing production Inggris yang juga melemah. Bursa saham AS berakhir positif dimana pelaku pasar kembali menantikan laporan kinerja para emiten dan menanggapi positif kenaikan di atas estimasi neraca perdagangan China.
Naiknya neraca perdagangan China dipersepsikan naiknya ekspor. Sentimen positif ini dapat menutupi sentimen negatif dari kenaikan inflasi China.
Setelah dalam rilis sementara, Alcoa Inc. melaporkan adanya kenaikan kinerja, pelaku pasar menantikan rilis kinerja dari emiten lainnya antara lain dari sektor migas, mineral, perbankan, dan lainnya.
(rna)