KSPI: Silakan kalau pengusaha ingin relokasi ke luar negeri
Senin, 14 Januari 2013 - 14:43 WIB
KSPI: Silakan kalau pengusaha ingin relokasi ke luar negeri
A
A
A
Sindonews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mempersilakan para pengusaha melakukan relokasi jika ingin tetap menikmati upah buruh yang rendah.
KSPI menyebut Semarang dan Sukabumi sebagai contoh wilayah dengan UMP tergolong rendah. "Kalau dia mau tetap bayar upah murah, pindah ke Semarang atau ke Sukabumi," kata Presiden KSPI, Said Iqbal dalam konferensi pers di Hotel Mega Cikini, Jakarta, Senin (14/1/2013).
Said juga mempersilakan jika pengusaha ingin relokasi ke luar negeri, misalnya Vietnam yang upah buruhnya rendah. Namun, Said memperingatkan pengusaha yang melakukan relokasi agar tidak mengeluh jika menemukan kendala yang membuat biaya produksi menjadi tidak efisien, seperti buruknya infrastruktur.
"Yang mau pindah ke Vietnam, pindah saja. Memang dikira enak infrastrukturnya?" kata Said.
Menurut Said, para pengusaha terlalu meributkan masalah tingginya UMP di Indonesia. "Jangan marah kalau ke pelabuhan sampai 8 jam, ya maunya upah murah," ujarnya.
Seperti diketahui, akibat kenaikan UMP hingga di atas 40 persen pada tahun ini, banyak pengusaha berencana melakukan relokasi industri. Vietnam dan Myanmar disebut-sebut sebagai tujuan relokasi terbesar.
KSPI menyebut Semarang dan Sukabumi sebagai contoh wilayah dengan UMP tergolong rendah. "Kalau dia mau tetap bayar upah murah, pindah ke Semarang atau ke Sukabumi," kata Presiden KSPI, Said Iqbal dalam konferensi pers di Hotel Mega Cikini, Jakarta, Senin (14/1/2013).
Said juga mempersilakan jika pengusaha ingin relokasi ke luar negeri, misalnya Vietnam yang upah buruhnya rendah. Namun, Said memperingatkan pengusaha yang melakukan relokasi agar tidak mengeluh jika menemukan kendala yang membuat biaya produksi menjadi tidak efisien, seperti buruknya infrastruktur.
"Yang mau pindah ke Vietnam, pindah saja. Memang dikira enak infrastrukturnya?" kata Said.
Menurut Said, para pengusaha terlalu meributkan masalah tingginya UMP di Indonesia. "Jangan marah kalau ke pelabuhan sampai 8 jam, ya maunya upah murah," ujarnya.
Seperti diketahui, akibat kenaikan UMP hingga di atas 40 persen pada tahun ini, banyak pengusaha berencana melakukan relokasi industri. Vietnam dan Myanmar disebut-sebut sebagai tujuan relokasi terbesar.
(dmd)
Lihat Juga :