KSPI akui belum ada laporan kecurangan penangguhan UMP

Senin, 14 Januari 2013 - 17:16 WIB
KSPI akui belum ada...
KSPI akui belum ada laporan kecurangan penangguhan UMP
A A A
Sindonews.com - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengakui, belum ada buruh yang melaporkan adanya kecurangan dalam proses penangguhan Upah Minimum Provinsi (UMP) ke posko yang didirikannya.

"Sampai hari ini, posko penangguhan UMP yang dibentuk KSPI belum ada yang lapor," kata Presiden KSPI, Said Iqbal usai konferensi pers di Hotel Mega Cikini, Jakarta, Senin (14/1/2013).

Hal ini, lanjut Said, disebabkan pengajuan penangguhan UMP secara kolektif yang dilakukan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Pengajuan secara kolektif tersebut membuat buruh tidak mengetahui bahwa tempatnya bekerja sudah mengajukan penangguhan UMP.

"Karena apa? Penangguhan UMP itu dilakukan secara politik oleh Apindo dan Kadin, secara kolektif, itu yang enggak boleh. Harusnya setiap perusahaan yang meminta penangguhan. Dengan demikian, buruh jadi tahu. Karena dikolektif oleh Kadin dan Apindo, buruh enggak pernah tahu," jelas Said.

Said menengarai adanya kecurangan yang dilakukan pengusaha. Kecurangan tersebut menggunakan tanda tangan absensi buruh sebagai tanda persetujuan penangguhan UMP.

"Contohnya di Pratama, dibohongin. Ada pertemuan, disuruh absen, data absensinya dijadikan dasar untuk pengajuan. Sehingga buruh enggak tahu. Karena enggak tahu dia enggak ngadu," ungkapnya.

Seperti diketahui, berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans), ada 908 perusahaan yang mengajukan penangguhan UMP akibat tingginya kenaikan UMP tahun ini.

"Sampai hari ini ada 908 perusahaan yang meminta penangguhan kenaikan UMP," ujar Menakertrans, Muhaimin Iskandar.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengusaha Ancam Potong...
Pengusaha Ancam Potong Gaji Buruh, Jika Gubernur Naikkan UMP
Ini 6 Negara dengan...
Ini 6 Negara dengan Gaji Buruh Tertinggi di Dunia
BPS: Upah Nominal Buruh...
BPS: Upah Nominal Buruh Tani Meningkat 0,15%
Buruh Minta UMP 2022...
Buruh Minta UMP 2022 Naik 10%, KSPI Beberkan Alasannya
Sempat Alot, Upah Buruh...
Sempat Alot, Upah Buruh di Karawang Diusulkan Naik Jadi Rp5.797.000
Buruh Jawa Barat Tuntut...
Buruh Jawa Barat Tuntut Kenaikan Upah 8% pada 2021
Berita Terkini
DSC Transformasi Jadi...
DSC Transformasi Jadi Ekosistem Wirausaha, Siapkan Hibah Rp2,5 Miliar
23 menit yang lalu
Indonesia Temukan Cadangan...
Indonesia Temukan Cadangan Emas Baru di Papua, Prabowo: Sangat Besar
37 menit yang lalu
Bidik Pasar Triliunan...
Bidik Pasar Triliunan Dolar, OKX Luncurkan Marketplace Berbasis Agen AI
1 jam yang lalu
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
1 jam yang lalu
Booth Kopi Koperasi...
Booth Kopi Koperasi Merah Putih Karanganyar Bidik Pasar Gen Z
2 jam yang lalu
Bahlil Ancam Akan Tinjau...
Bahlil Ancam Akan Tinjau RKAB Penambang yang Menolak Pakai B50
2 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved