Wall Street mixed didorong koreksi saham Apple
Selasa, 15 Januari 2013 - 08:40 WIB
Wall Street mixed didorong koreksi saham Apple
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Wall Street pada perdagangan Senin waktu setempat ditutup mixed akibat kekhawatiran investor terhadap menurunnnya data penjualan produk Apple.
Akibat kekhawatiran tersebut, saham Apple mengalami tekanan jual dan menyebabkan Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup terkoreksi.
Sementara saham emiten berbasis teknologi lainnya, yakni Dell Inc (DELL.O) mengalami nasib berbeda. Saham ini melonjak 12,29 persen setelah adanya laporan bahwa Dell akan go private. Kenaikan saham ini mengimbangi kelemahan saham di sektor serupa.
Sementara saham Apple (AAPL.O) melemah 3,6 persen menjadi USD501,75 per lembar saham setelah Apple memotong pesanan untuk layar LCD dan bagian lainnya untuk iPhone 5 akibat lemahnya permintaan. Saham Apple sempat mencapai level terendahnya USD498,51 untuk kali pertama sejak 16 Februari 2012.
"Dengan Apple tampaknya sentimen telah bergeser dari salah satu saham yang diminati investor menjadi perusahaan yang bisnisnya mulai melambat," kata Kepala Investment North Star Investment Management Corp di Chicago, Eric Kuby seperti dilansir Reuters, Selasa (15/1/2013).
Menambah kegelisahan investor, sejumlah analis memperkirakan pendapatan emiten pada kuartal IV tahun lalu menurun tajam sejak Oktober 2012. Indeks S&P 500 hanya tumbuh 1,9 persen dibanding tahun lalu.
The Dow Jones industrial average (DJI) menguat 18,89 poin atau 0,14 persen pada 13.507,32, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) melemah 1,37 poin atau 0,09 persen menjadi 1.470,68 dan Indeks Nasdaq Composite (IXIC) negatif 8,13 poin atau 0,26 persen menjadi 3.117,50.
Akibat kekhawatiran tersebut, saham Apple mengalami tekanan jual dan menyebabkan Indeks S&P 500 dan Nasdaq ditutup terkoreksi.
Sementara saham emiten berbasis teknologi lainnya, yakni Dell Inc (DELL.O) mengalami nasib berbeda. Saham ini melonjak 12,29 persen setelah adanya laporan bahwa Dell akan go private. Kenaikan saham ini mengimbangi kelemahan saham di sektor serupa.
Sementara saham Apple (AAPL.O) melemah 3,6 persen menjadi USD501,75 per lembar saham setelah Apple memotong pesanan untuk layar LCD dan bagian lainnya untuk iPhone 5 akibat lemahnya permintaan. Saham Apple sempat mencapai level terendahnya USD498,51 untuk kali pertama sejak 16 Februari 2012.
"Dengan Apple tampaknya sentimen telah bergeser dari salah satu saham yang diminati investor menjadi perusahaan yang bisnisnya mulai melambat," kata Kepala Investment North Star Investment Management Corp di Chicago, Eric Kuby seperti dilansir Reuters, Selasa (15/1/2013).
Menambah kegelisahan investor, sejumlah analis memperkirakan pendapatan emiten pada kuartal IV tahun lalu menurun tajam sejak Oktober 2012. Indeks S&P 500 hanya tumbuh 1,9 persen dibanding tahun lalu.
The Dow Jones industrial average (DJI) menguat 18,89 poin atau 0,14 persen pada 13.507,32, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) melemah 1,37 poin atau 0,09 persen menjadi 1.470,68 dan Indeks Nasdaq Composite (IXIC) negatif 8,13 poin atau 0,26 persen menjadi 3.117,50.
(rna)
Lihat Juga :