Pengamat: Pembentukan SKK Migas tidak tepat

Selasa, 15 Januari 2013 - 11:37 WIB
Pengamat: Pembentukan...
Pengamat: Pembentukan SKK Migas tidak tepat
A A A
Sindonews.com - Wakil Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro menilai, keputusan pembentukan Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menggantikan Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas), tidak tepat.

Menurut Komaidi, pemerintah tidak cermat dalam melaksanakan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), bahwa badan apapun yang menggantikan BP Migas hanya bersifat sementara sampai disahkannya hasil revisi Undang Undang Nomor 22 Tahun 2001 (UU Migas). Sehingga tidak tepat jika dipermanenkan.

"Harusnya dilihat dari putusan MK bahwa SK Migas hanya sementara, tidak tepat bila dipermanenkan," kata Komaidi kepada Sindonews di Jakarta, Selasa (15/1/2013).

Pembentukan SKK Migas ini, kata dia, hanya pergantian nama yang tidak substansial. "Kalau ganti nama tidak substansial, yang penting tetap sementara," ujarnya.

Dia juga menilai kewenangan SKK Migas sama saja dengan SK Migas, tidak lebih besar sebagaimana dinyatakan pemerintah. "Kewenangan sebenarnya sama, tidak ada yang berubah dari fungsi dan tugasnya," jelas Komaidi.

Sebelumnya, Wamen ESDM Rudi Rubiandini yang baru saja ditunjuk sebagai Kepala SKK Migas mengklaim, Peraturan Presiden (Perpres) tentang pembentukan SKK Migas akan lebih menjamin kepastian hukum dan kenyamanan usaha para kontraktor migas.

"Perpres yang tengah disusun pemerintah ini akan lebih memberi kepastian dan kenyamanan kepada semua termasuk investor," kata Rudi, pekan lalu.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
SKK Migas Gelar Supply...
SKK Migas Gelar Supply Chain & National Capacity Summit 2024
Investor Hulu Migas...
Investor Hulu Migas Asal Kanada Hengkang dari RI, Ini Alasannya
SKK Migas Dorong Peningkatan...
SKK Migas Dorong Peningkatan Efek Berganda Hulu Migas Bagi Ekonomi Daerah
Reformasi Perizinan...
Reformasi Perizinan dan Efisiensi Rantai Suplai Jadi Fokus SKK Migas di 2026
SKK Migas dan Sucofindo...
SKK Migas dan Sucofindo Perkuat TKDN Pompa Industri Lokal
Terungkap! Cadangan...
Terungkap! Cadangan Migas RI Naik Jadi 131,2 Juta Barel
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Keterbatasan Strategis...
Keterbatasan Strategis USS Abraham Lincoln: Si ’Benteng Terapung’ yang Tidak Kebal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved