IHSG diprediksi masih dalam tren naik
Rabu, 16 Januari 2013 - 08:23 WIB
IHSG diprediksi masih dalam tren naik
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi masih akan berada di zona hijau ditopang akan dirilisnya laporan keuangaan emiten.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, selain sentimen positif dari data laporan keuangan emiten, juga dari Bursa Amerika, terutama Indeks Dow Jones yang berhasil menguat selama empat hari berturut-turut.
"Aksi penantian di-release-nya laporan keuangan emiten domestik full year 2012 dan kenaikan Dow Jones selama empat hari berturut-turut nampaknya menjaga IHSG dalam trend bullish ditengah aksi waspada atas volatilitas USD/IDR yang cukup tinggi sampai sedikitnya enam bulan kedepan," kata dia, Rabu (16/1/2013).
Edwin menjelaskan, faktor dari luar negeri yang memberi imbas terhadap IHSG, yakni beragamnya data ekonomi AS yg di-release semalam, seperti retail sales bulan Desember naik 0,5 persen didorong sektor automotif, atau lebih tinggi ketimbang perkiraan awal naik sebesar 0,2 persen, sehingga secara total pertumbuhan US Retail Sales sepanjang 2012 sebesar 5,2 persen.
Disamping itu, PPI bulan Desember turun 0,2 persen (ekspektasi PPI turun 0,1% persen) menjadikan turun tiga bulan berturut-turut, sedangkan data Manufacturing New York State bulan Januari turun menjadi 7,8 persen, menjadikan turun enam bulan berturut-turun.
Selain itu, US Business Inventories bulan November naik 0,3 persen mencapai rekor USD1,62 triliun mengalahkan persoalan isu utama mengenai debt ceiling sebesar USD16,4 triliun mendorong Dow Jones diakhir perdagangan menguat 27,57 poin (0,2 persen) diiringi kenaikan The VIX sebesar 0,22% persen ditutup pada level 13,55.
Untuk perdagangan hari ini, Edwin memprediksi IHSG akan berada pada level support dan resistance 4.364-4.419. Adapun, saham yang direkomendasikan beli BMRI, TLKM, BSDE, BBRI, BBCA, INTP, ADHI. Sedangkan, untuk buy on weakness, yakni SMGR, PGAS, ADRO.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, selain sentimen positif dari data laporan keuangan emiten, juga dari Bursa Amerika, terutama Indeks Dow Jones yang berhasil menguat selama empat hari berturut-turut.
"Aksi penantian di-release-nya laporan keuangan emiten domestik full year 2012 dan kenaikan Dow Jones selama empat hari berturut-turut nampaknya menjaga IHSG dalam trend bullish ditengah aksi waspada atas volatilitas USD/IDR yang cukup tinggi sampai sedikitnya enam bulan kedepan," kata dia, Rabu (16/1/2013).
Edwin menjelaskan, faktor dari luar negeri yang memberi imbas terhadap IHSG, yakni beragamnya data ekonomi AS yg di-release semalam, seperti retail sales bulan Desember naik 0,5 persen didorong sektor automotif, atau lebih tinggi ketimbang perkiraan awal naik sebesar 0,2 persen, sehingga secara total pertumbuhan US Retail Sales sepanjang 2012 sebesar 5,2 persen.
Disamping itu, PPI bulan Desember turun 0,2 persen (ekspektasi PPI turun 0,1% persen) menjadikan turun tiga bulan berturut-turut, sedangkan data Manufacturing New York State bulan Januari turun menjadi 7,8 persen, menjadikan turun enam bulan berturut-turun.
Selain itu, US Business Inventories bulan November naik 0,3 persen mencapai rekor USD1,62 triliun mengalahkan persoalan isu utama mengenai debt ceiling sebesar USD16,4 triliun mendorong Dow Jones diakhir perdagangan menguat 27,57 poin (0,2 persen) diiringi kenaikan The VIX sebesar 0,22% persen ditutup pada level 13,55.
Untuk perdagangan hari ini, Edwin memprediksi IHSG akan berada pada level support dan resistance 4.364-4.419. Adapun, saham yang direkomendasikan beli BMRI, TLKM, BSDE, BBRI, BBCA, INTP, ADHI. Sedangkan, untuk buy on weakness, yakni SMGR, PGAS, ADRO.
(rna)
Lihat Juga :