IHSG diprediksi menguat terbatas
Kamis, 17 Januari 2013 - 08:29 WIB
IHSG diprediksi menguat terbatas
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan hari ini diperkirakan akan melanjutkan penguatan dalam rentang terbatas dibanding hari sebelumnya.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, penguatan IHSG pada perdagangan hari ini akan didorong dari stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan antisipasi dirilisnya laporan keuangan emiten sepanjang tahun lalu. "IHSG hari ini akan berada pada kisaran 4.380-4.426," kata dia, Kamis (17/1/2013).
Sementara sentimen dari luar negeri berasal dari persetujuan jurang fiskal (fiscal cliff). Edwin menjelaskan, meski belum memasuki bulan Februari, dimana akhir Februari merupakan masa persetujuan fiscal cliff, yang didalamnya berkaitan dengan debt ceiling, akan menjadi trending topik yang paling hangat dan akan terus menjadi batu sandungan kedepannya bagi perdagangan dari sisi pasar global.
Debt ceiling sebesar USD16,4 triliun menghentikan kenaikan Dow Jones lima hari terakhir setelah Rabu kepeleset sebesar 23,66 poin (0,17 persen) diiringi kejatuhan The VIX sebesar 0,96 persen pada level 13,92 ditengah kuatnya data earnings Goldman Sachs dan JP Morgan Chase serta data ekonomi cukup kondusif diwakili CPI Desember masih sama dengan CPI November dan data Homebuilders Sentimen bulan Januari tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, penguatan IHSG pada perdagangan hari ini akan didorong dari stabilnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan antisipasi dirilisnya laporan keuangan emiten sepanjang tahun lalu. "IHSG hari ini akan berada pada kisaran 4.380-4.426," kata dia, Kamis (17/1/2013).
Sementara sentimen dari luar negeri berasal dari persetujuan jurang fiskal (fiscal cliff). Edwin menjelaskan, meski belum memasuki bulan Februari, dimana akhir Februari merupakan masa persetujuan fiscal cliff, yang didalamnya berkaitan dengan debt ceiling, akan menjadi trending topik yang paling hangat dan akan terus menjadi batu sandungan kedepannya bagi perdagangan dari sisi pasar global.
Debt ceiling sebesar USD16,4 triliun menghentikan kenaikan Dow Jones lima hari terakhir setelah Rabu kepeleset sebesar 23,66 poin (0,17 persen) diiringi kejatuhan The VIX sebesar 0,96 persen pada level 13,92 ditengah kuatnya data earnings Goldman Sachs dan JP Morgan Chase serta data ekonomi cukup kondusif diwakili CPI Desember masih sama dengan CPI November dan data Homebuilders Sentimen bulan Januari tidak berubah selama delapan bulan berturut-turut.
(rna)
Lihat Juga :