Laju IHSG masih dibayangi rupiah
Jum'at, 18 Januari 2013 - 08:28 WIB
Laju IHSG masih dibayangi rupiah
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi dibayangi volatilitas rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Kendati demikian, IHSG diprediksi memiliki peluang menguat seiring menguatnya Indeks Dow Jones pada perdagangan waktu setempat.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, selain volatilitas USD terhadap rupiah yang perlu dicermati setiap saat, banjir yang melanda Jakarta juga berpotensi berlanjut. Ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas ekonomi, sehingga dapat menurunkan likuiditas di Bursa Indonesia.
"Dengan demikian, IHSG pada akhir perdagangan di Bursa Indonesia diperkirakan akan berlangsung lambat dan sepi," kata dia, Jumat (18/1/2013).
Sebenarnya, Edwin menuturkan, ada potensi IHSG menguat seiring penguatan cukup tajam yang terjadi pada Dow Jones, didorong membaiknya beberapa data ekonomi dan emiten AS, seperti Intel serta BlackRock. Hari ini, dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada level support 4.371. Sedangkan resistance di level 4.417.
Dow Jones waktu setempat ditutup menguat sebesar 84,79 poin atau 0,63 persen diikuti kenaikan The Vix sebesar 1,12 persen ditutup pada level 13,57, sehingga menjadikan closing level Kamis sedikit dibawah level tertinggi mereka sejak lima tahun terakhir merujuk bagusnya data ekonomi yang dirilis semalam.
Dilain pihak, sudah ada 51 emiten yg tergabung dalam indeks S&P 500 yg merilis laporan keuangan 2012. Hasilnya, 61 persen emiten yang mengeluarkan laporan, labanya diatas ekspektasi dan 69 persen pendapatan emiten diatas ekspektasi.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, selain volatilitas USD terhadap rupiah yang perlu dicermati setiap saat, banjir yang melanda Jakarta juga berpotensi berlanjut. Ini dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas ekonomi, sehingga dapat menurunkan likuiditas di Bursa Indonesia.
"Dengan demikian, IHSG pada akhir perdagangan di Bursa Indonesia diperkirakan akan berlangsung lambat dan sepi," kata dia, Jumat (18/1/2013).
Sebenarnya, Edwin menuturkan, ada potensi IHSG menguat seiring penguatan cukup tajam yang terjadi pada Dow Jones, didorong membaiknya beberapa data ekonomi dan emiten AS, seperti Intel serta BlackRock. Hari ini, dia memprediksi, IHSG akan bergerak pada level support 4.371. Sedangkan resistance di level 4.417.
Dow Jones waktu setempat ditutup menguat sebesar 84,79 poin atau 0,63 persen diikuti kenaikan The Vix sebesar 1,12 persen ditutup pada level 13,57, sehingga menjadikan closing level Kamis sedikit dibawah level tertinggi mereka sejak lima tahun terakhir merujuk bagusnya data ekonomi yang dirilis semalam.
Dilain pihak, sudah ada 51 emiten yg tergabung dalam indeks S&P 500 yg merilis laporan keuangan 2012. Hasilnya, 61 persen emiten yang mengeluarkan laporan, labanya diatas ekspektasi dan 69 persen pendapatan emiten diatas ekspektasi.
(rna)
Lihat Juga :