Eksportir Turki klaim tak ganggu industri dalam negeri

Jum'at, 18 Januari 2013 - 17:12 WIB
Eksportir Turki klaim...
Eksportir Turki klaim tak ganggu industri dalam negeri
A A A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Eksportir Produk Gandum, Kacang-kacangan dan Minyak Sayur Turki, Turgay Unlu menyatakan, perdagangan terigu dari Turki tidak menyebabkan kerugian terhadap industri terigu Indonesia.

“Kami seringkali menyampaikan kegundahan mereka atas investigasi ini sejak awal dan akan terus menyampaikan penolakan mereka atas investigasi yang bertentangan dengan perjanjian safeguard World Trade Organization (WTO) serta kepentingan nasional Indonesia secara keseluruhan,” kata Turgay dalam keterangan tertulis kepada Sindonews, Jumat (18/1/2013).

Menurutnya, telah terjadi penurunan volume impor yang signifikan ke Indonesia pada 2011 hingga 2012. “Jadi, tidak tepat menyatakan bahwa telah terjadi peningkatan tajam impor terigu, baik volume maupun nilai. Sehingga menyebabkan atau mengancam akan menimbulkan kerugian serius,” ujarnya.

Seperti diketahui, Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) telah memprakarsai suatu investigasi safeguard pada 24 Agustus 2012 atas impor tepung terigu berdasarkan permintaan dari APTINDO (Asosiasi Produsen Terigu Indonesia) dan Kementerian Keuangan telah menyetujui tindakan safeguard sementara sebesar 20% pada 5 Desember 2012 dan berlaku selama 200 hari.

Turgay menuduh KPPI melanggar aturan safeguard karena dinilai tidak memberikan informasi mengenai perkembangan tak terduga sebelum memberlakukan tindakan safeguard.

"Tahun lalu Aptindo menyatakan melalui media bahwa telah terjadi penurunan impor terigu," tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, hanya Indonesia yang masih memberlakukan safeguard. Padahal, sejak diberlakukannya liberasi industri tepung terigu di Indonesia pada 2000, telah diprakarsai lima tindakan antidumping dan satu safeguard.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
CORE: Perdagangan Surplus,...
CORE: Perdagangan Surplus, Tapi Gara-gara Impornya Terkontraksi
Program SSMQC Resmi...
Program SSMQC Resmi Dilaunching untuk Efisiensi Waktu dan Biaya Ekspor Impor
Nilai Ekspor Impor Sulsel...
Nilai Ekspor Impor Sulsel Alami Penurunan
Aktivitas Ekspor-Impor...
Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Istilah-istilah dalam...
Istilah-istilah dalam Ekspor-Impor yang Wajib Diketahui Para Pebisnis
Berita Terkini
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
8 menit yang lalu
Jaga Distribusi Energi,...
Jaga Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Beri Apresiasi Awak Mobil Tangki
11 menit yang lalu
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
20 menit yang lalu
Cicil Emas BSI Makin...
Cicil Emas BSI Makin Diminati, Meningkat Lebih dari 97,90% Setahun
52 menit yang lalu
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Purbaya Sebut Efeknya Minim ke Ekonomi
1 jam yang lalu
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
3 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved