IHSG diprediksi tembus 4.500

Senin, 21 Januari 2013 - 08:14 WIB
IHSG diprediksi tembus...
IHSG diprediksi tembus 4.500
A A A
Sindonews.com - Positifnya proyeksi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) tak terlepas dari berbagai sentimen yang ada. Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang memandang sejumlah sentimen yang berpotensi mendongkrak IHSG ke target level tertingginya di atas 4.500.

"IHSG berpotensi berada pada kisaran 4.425-4.483. Bukan mustahil IHSG bisa bertengger diatas level 4.500," tarang Edwin, Senin (21/1/2013).

Prestasi IHSG tersebut, kata Edwin, sangat mungkin dicapai dengan syarat, terjadi kenaikan saham konglomerat besar yang selama ini lagging, kemudian nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) stabil. Syarat lainnya, masih derasnya net buying asing dan kondisi eksternal mendukung.

Dari pasar global, setelah Dow Jones naik tertinggi dalam lima tahun terakhir dan Dow Jones naik empat persen (Ytd), Senin waktu setempat Wall Street tutup memperingati Martin Luther King Day serta Inagurasi Presiden Obama.

Edwin memandang, data-data yang dirilis selepas hari Senin dapat memberi sentimen positif bagi IHSG. "Selepas Senin, Wall Street akan sangat sibuk karena akan dirilis sekitar 80 laporan keuangan (LK) emiten full year (FY) 2012, dimana akan didominasi laporan keuangan emiten sektor teknologi dan industri," kata dia.

Adapun nama-nama besar emiten yang akan merilis laporan keuangan, seperti pada Selasa (Dupont, Johnson and Johnson, IBM, Google, AMD, Texas Instrument), Rabu (Apple, Mcdonald's, SAP, Siemens, Unilever, Netflix, Scandisk), Kamis (3M, AT&T, Microsoft, Starbucks, Bristol-Myers Squib, Lockheed Martin, Nokia) dan Jumat (Procter & Gamble, Halliburton, Honeywell, Kimberley-Clark).

Data ekonomi AS yg akan rilis pekan ini seperti, Selasa (Existing-home sales), Rabu (FHFA home price), Kamis (Initial Claims, Markit manufacturing PMI, Leading Indicators) & Jumat (New-home sales). Sedangkan data ekonomi negara besar lain yg perlu diperhatikan seperti, China (Leading Economic Index, HSBC Flash Manufacturing PMI).

Sementara sentimen positif berpotensi berhembus, kabar buruk juga seolah tak mau kalah dengan adanya potensi tekanan atas saham berbasis CPO setelah Pemerintah India akan menerapkan bea masuk utk CPO Indonesia 2,5 persen dan ini dirasakan cukup memberatkan.

"India merupakan pembeli terbesar karena mencapai sekitar 5 juta ton lebih atau 24 persen dari total eskpor CPO Indonesia ditengah bea keluar (pajak ekspor) CPO Indonesia sebesar 9 persen dibanding Malaysia yang hanya 8,5 persen," ujar Edwin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
3 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
4 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
4 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
4 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
4 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
4 jam yang lalu
Infografis
8 Mobil Terkencang 2025,...
8 Mobil Terkencang 2025, Tenaganya Tembus 2.107 HP!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved