Aksi profit taking masih bayangi IHSG

Rabu, 23 Januari 2013 - 08:15 WIB
Aksi profit taking masih...
Aksi profit taking masih bayangi IHSG
A A A
Sindonews.com - Setelah kembali demam pasca didera aksi ambil untung (profit taking) dua hari berturut-turut pada Senin dan Selasa (2122/1/2013), indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali diproyeksi melemah seiring aksi profit taking yang belum reda.

"Bila IHSG ingin menggenapkan pergerakannya dengan membentuk pola three black crows, maka IHSG berpotensi mengalami pelemahan lanjutan," terang Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, Rabu (23/1/2013).

Pada perdagangan hari ini, Reza memprediksi, IHSG akan berada pada support 4.385-4.407 dan resistance 4.425-4.455.

Berpola double spinning menjauhi upper bollinger bands (UBB). MACD mulai bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih downreversal meninggalkan dari area overbought.

Menurut Reza, IHSG kembali gagal untuk bertahan di landasan hijau, bahkan untuk rebound sekalipun. "Di sisi lain, ini dapat menjadi kesempatan untuk mencari saham-saham yang berfundamental baik, namun telah tertekan harganya," simpul dia.

Pada perdagangan Selasa kemarin, masih maraknya aksi profit taking memaksa IHSG untuk tertahan di zona merah melanjutkan pelemahan di hari sebelumnya. Aksi tersebut seiring dengan variatifnya pergerakan bursa saham Asia setelah rilis hasil keputusan BoJ yang menargetkan kenaikan inflasi dan menahan pembelian aset (bond buying) secara terbuka.

Di sisi lain, bursa saham Eropa yang melemah pada pembukaan membuat pelaku pasar enggan bertransaksi lebih jauh. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 4.441,61 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4.399,76 (level terendahnya) jelang akhir sesi 2 dan akhirnya berhasil bertengger di level 4.416,55.

Volume perdagangan dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.

Bursa saham Asia bergerak variatif setelah merespon rilis pertemuan BoJ dan masih menguatnya nilai tukar yen, sehingga menghempaskan saham-saham eksportir. BoJ berencana melakukan seperti yang dilakukan The Fed melalui pembelian obligasi setiap bulannya senilai 13 triliun yen. Tetapi, baru terealisasi pada awal tahun 2014.

Di sisi lain, pelemahan juga dipicu turunnya saham-saham pengembang properti di China akibat aksi profit taking setelah banyak anggapan harga-harga saham tersebut telah menyentuh area overbought-nya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Modi Incar Harta Karun...
Modi Incar Harta Karun Terlarang Australia demi Terangi Negaranya
29 menit yang lalu
Sucofindo Catatkan Laba...
Sucofindo Catatkan Laba Bersih 100,7% dari Target RKAP 2025
1 jam yang lalu
Nasib Belang Gurita...
Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya
1 jam yang lalu
Masa Transisi ke B50...
Masa Transisi ke B50 Berlangsung hingga September, Penyaluran Dilakukan Bertahap
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Dikunci...
Selat Hormuz Dikunci Rapat Iran, Jalur Minyak Terpenting Dunia Kembali Mandek
4 jam yang lalu
Bendungan Sidan dan...
Bendungan Sidan dan Keureuto Diresmikan, Brantas Abipraya Perkuat Ketahanan Air dan Pangan
14 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved