Inggris akan berlakukan tabungan pensiun

Jum'at, 25 Januari 2013 - 14:03 WIB
Inggris akan berlakukan...
Inggris akan berlakukan tabungan pensiun
A A A
Sindonews.com - Inggris akan memberlakukan aturan menabung bagi para pekerja untuk dana pensiun. Langkah ini dilakukan guna menutupi tagihan negara yang mencapai 120 miliar pounds, untuk masa kerja selama 20 tahun.

Pemerintah mendorong para pekerja membayar uang pensiun sendiri daripada mengandalkan anggaran negara. Tetapi karyawan yang berpenghasilan terbatas menolak kebijakan tersebut.

Sebuah skema telah diperkenalkan pemerintah Inggris, Oktober lalu, staf yang telah bekerja selama 22 tahun atau lebih di sebuah perusahaan agar membuat keanggotaan wajib yang akan jatuh tempo pada 2017.

"Jika opt-out tarif 50 persen atau lebih, mungkin pemerintah akan menyarankan menghapus opt-out sama sekali, dan membuat tabungan pensiun wajib," ujar Paul Gilbody, kepala konsultan iuran BlackRock Investment Manajemen, seperti dilansir Reuters, Jumat (25/1/2013).

Diberlakukannya Undang-undang Pensiun dalam upaya mengatasi pembengkakan anggaran negara yang mencapai 8,5 persen dari pengeluaran ekonomi pada 2060, sebesar 6,9 persen.

Posisi Inggris tertinggal di bawah negara-negara Eropa lain, seperti Denmark, Belanda dan Australia dalam peringkat pensiun global. Konsultan Mercer menyebutkan, sistem pensiun Inggris menempati urutan ketujuh dari 16 negara dalam perbandingan global.

Departemen Tenaga Kerja dan Pensiun Inggris (DWP) akan memperkenalkan tabungan pensiun wajib bagi swasta yang memaksa jutaan orang untuk menabung. DWP memperkirakan 70 persen orang akan mengikuti skema kerja dan berharap melihat 4,3 juta pekerja penabung dalam skema pensiun pada Mei 2015, dan 6-9 juta pekerja pada 2018.

"Ini salah satu cara jangka panjang untuk meningkatkan kontribusi pensiun. Pemerintah akan berusaha menghentikan orang-orang yang mengandalkan uang negara untuk pensiun mereka," kata Paul Macro, pemimpin kontribusi pensiun.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
9 menit yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
17 menit yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
34 menit yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
1 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
2 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved