Tak restui IPO, Jokowi suntik Bank DKI Rp450 M
Jum'at, 25 Januari 2013 - 14:18 WIB
Tak restui IPO, Jokowi suntik Bank DKI Rp450 M
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mendukung kinerja lewat peningkatan jumlah aset Bank DKI, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menyuntikkan dana sebesar Rp450 miliar terhadap bank tersebut.
Dalam rilis yang diterima Sindonews, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan, upaya itu akan dilakukan secara berkelanjutan. Sementara, dana sebesar R450 miliar merupakan penyerahan tahap awal. "Sekarang Rp450 miliar, nanti tambah lagi," jelas Jokowi, Jumat (25/1/2013).
Dalam keterangannya tersebut, Jokowi menerangkan, suntikan dana itu sengaja diberikan guna mendukung kinerja bank yang dinilainya tengah tumbuh pesat. Perlu diketahui, Bank DKI saat ini memiliki modal inti sebesar Rp1,025 triliun dengan rasio kecukupan modal sekitar 10 persen.
Dengan suntikan dana yang diberikan Pemprov, setidaknya Bank DKI Jakarta belum perlu melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) untuk menambah modal. "Kalau bisa kita suntik dari APBN mengapa tidak?" ujar Jokowi.
Sebelumnya, Bank DKI berencana menggelar IPO pada semester I tahun ini, dengan melepas sekitar 20 persen saham ke publik. Adapun, tujuan IPO tersebut adalah untuk memperkuat modal perusahaan dan meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik.
Dalam rilis yang diterima Sindonews, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan, upaya itu akan dilakukan secara berkelanjutan. Sementara, dana sebesar R450 miliar merupakan penyerahan tahap awal. "Sekarang Rp450 miliar, nanti tambah lagi," jelas Jokowi, Jumat (25/1/2013).
Dalam keterangannya tersebut, Jokowi menerangkan, suntikan dana itu sengaja diberikan guna mendukung kinerja bank yang dinilainya tengah tumbuh pesat. Perlu diketahui, Bank DKI saat ini memiliki modal inti sebesar Rp1,025 triliun dengan rasio kecukupan modal sekitar 10 persen.
Dengan suntikan dana yang diberikan Pemprov, setidaknya Bank DKI Jakarta belum perlu melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) untuk menambah modal. "Kalau bisa kita suntik dari APBN mengapa tidak?" ujar Jokowi.
Sebelumnya, Bank DKI berencana menggelar IPO pada semester I tahun ini, dengan melepas sekitar 20 persen saham ke publik. Adapun, tujuan IPO tersebut adalah untuk memperkuat modal perusahaan dan meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik.
(rna)
Lihat Juga :