IHSG ditutup merosot 20 poin ke 4.416
Senin, 28 Januari 2013 - 15:59 WIB
IHSG ditutup merosot 20 poin ke 4.416
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari pertama pekan ini ditutup merosot 20,66 poin atau 0,47 persen ke level 4.416,94. IHSG mengalami tekanan jual akibat aksi ambil untung (profit taking).
Sementara Bursa di kawasan Asia variatif. Indeks Hang Seng naik 91,45 poin atau 0,39 persen ke level 23.671,88; Indeks Komposit Shanghai menguat 55,2 poin atau 2,41 persen ke level 2.346,51, sedangkan Nikkei 225 melemah 102,34 poin atau 0,94 persen ke level 10.824,31 dan Indeks Komposit KOSPI negatif 6,98 atau 0,36 persen ke level 1.939,71.
Pada perdagangan sore ini tercatat sebanyak 99 saham menguat, 157 saham melemah dan 116 saham stagnan. Transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp3,382 triliun dengan 3,15 miliar lembar saham diperdagangkan. IHSG mengalami tekanan jual, dengan transaksi jual bersih tercatat sebesar Rp70,43 miliar, dimana aksi beli asing Rp1,65 triliun dan jual asing mencapai Rp1,72 triliun.
Seluruh sektor pada penutupan perdagangan sore ini negatif, seperti konsumer, aneka industri, manufaktur, infrastruktur, perdagangan, keuangan dan industri dasar agri, tambang, dan properti.
Saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) positif Rp75 menjadi Rp3.850, PT Mandom Indondesia Tbk (TCID) naik Rp400 ke Rp11.300 dan J Resourceces Asia pasifik Tbk (PSAB) naik Rp50 ke Rp4.450.
Sementara saham yang melemah (top losers), yakni PT Unilever Indonesia Tbk turun Rp250 menjadi Rp22.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) negatif Rp300 menjadi Rp19.050, dan dan PT Gudang Garam Tbk anjlok Rp800 menjadi Rp49.700.
Pada pembukaan pagi tadi, IHSG menguat 21,44 poin atau 0,49 persen ke level 4.440,17. Posisi tersebut melanjutkan penguatan yang terjadi pada akhir pekan lalu, ditutup positif 18,87 poin atau 0,43 persen ke level 4.437,60.
Namun, pada penutupan sesi I siang tadi, IHSG terkoreksi 18,17 poin atau 0,41 persen ke level 4.419,43. Ini terjadi lantaran profit taking yang dilakukan pelaku pasar dan investor.
Sementara Bursa di kawasan Asia variatif. Indeks Hang Seng naik 91,45 poin atau 0,39 persen ke level 23.671,88; Indeks Komposit Shanghai menguat 55,2 poin atau 2,41 persen ke level 2.346,51, sedangkan Nikkei 225 melemah 102,34 poin atau 0,94 persen ke level 10.824,31 dan Indeks Komposit KOSPI negatif 6,98 atau 0,36 persen ke level 1.939,71.
Pada perdagangan sore ini tercatat sebanyak 99 saham menguat, 157 saham melemah dan 116 saham stagnan. Transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp3,382 triliun dengan 3,15 miliar lembar saham diperdagangkan. IHSG mengalami tekanan jual, dengan transaksi jual bersih tercatat sebesar Rp70,43 miliar, dimana aksi beli asing Rp1,65 triliun dan jual asing mencapai Rp1,72 triliun.
Seluruh sektor pada penutupan perdagangan sore ini negatif, seperti konsumer, aneka industri, manufaktur, infrastruktur, perdagangan, keuangan dan industri dasar agri, tambang, dan properti.
Saham-saham yang menguat (top gainers), antara lain PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) positif Rp75 menjadi Rp3.850, PT Mandom Indondesia Tbk (TCID) naik Rp400 ke Rp11.300 dan J Resourceces Asia pasifik Tbk (PSAB) naik Rp50 ke Rp4.450.
Sementara saham yang melemah (top losers), yakni PT Unilever Indonesia Tbk turun Rp250 menjadi Rp22.000, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) negatif Rp300 menjadi Rp19.050, dan dan PT Gudang Garam Tbk anjlok Rp800 menjadi Rp49.700.
Pada pembukaan pagi tadi, IHSG menguat 21,44 poin atau 0,49 persen ke level 4.440,17. Posisi tersebut melanjutkan penguatan yang terjadi pada akhir pekan lalu, ditutup positif 18,87 poin atau 0,43 persen ke level 4.437,60.
Namun, pada penutupan sesi I siang tadi, IHSG terkoreksi 18,17 poin atau 0,41 persen ke level 4.419,43. Ini terjadi lantaran profit taking yang dilakukan pelaku pasar dan investor.
(rna)
Lihat Juga :