Laju IHSG tertekan rupiah

Selasa, 29 Januari 2013 - 08:29 WIB
Laju IHSG tertekan rupiah
Laju IHSG tertekan rupiah
A A A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih akan tertekan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD), sehingga potensi penguatan yang mungkin terjadi masih sangat tipis dan hampir tak mampu menyupai tenaga kepada IHSG untuk sekedar bertahan apa lagi menguat.

"Selasa ini, IHSG saya perkirakan berpeluang turun kembali karena penyakit lama, yakni kejatuhan nilai tukar rupiah terhadap USD muncul kembali setelah kemarin mencapai Rp9740/USD," terang Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Selasa (29/1/2013).

Hari ini, Edwin memperdiksi, IHSG akan bergerak dalam rentang 4.398-4.440. Dia menerangkan, subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang tak kunjung disikapi pemerintah, dipandang sebagai biang keladi yang membebani anggaran negara sehingga melemahkan nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata uang asing terutama USD.

"Seperti yang telah saya sering jelaskan, selama subsidi BBM belum dipotong alias BBM bersubsidi dinaikkan, which is mustahil untuk dinaikkan tahun 2013 ini, maka sepanjang tahun ini nilai tukar rupiah terhadap USD akan cenderung melemah, sehingga berdampak atas IHSG. Terlebih jika tembus lagi diatas Rp9.800-10.000, maka IHSG diperkirakan cenderung terus tertekan," tegas dia.

Sementara dari pasar global, pergerakan saham di sejumlah bursa-bursa kawasan Eropa, Amerika dan Asia menunjukkan kondisi yang masih volatile. Setelah S&P naik 5,4 persen di awal tahun 2013 ini dan ditutup diatas level 1500 serta Dow Jones hanya tersisa 2,2 persen dari level tertinggi mereka di bulan Oktober 2007, dimana Dow Jones ditutup pada level 13.895,98, maka di awal pekan ini Dow Jones terkoreksi tipis sebesar 14,05 poin atau 0,1 persen.

Kondisi tersebut diikuti kenaikan The VIX sebesar 5,28 persen ditutup pada level 13,57 sebagai dampak beragamnya data ekonomi dan sentimen yang berkembang semalam dimana sebagai katalis adalah menggembirakannya data Durable Goods Orders bulan Desember yang naik 4,6 persen (konsensus ekonom +2 persen) versus terjadinya penurunanan data Pending Home Sales Desember sebesar 4,3 persen (konsensus ekonomi terjadi kenaikan 1 persen)

Serta mulai menghangatnya kembali persoalan jurang fiskal sebesar USD1,2 triliun, yang bisa berkurang tiba-tiba sebagai contoh anggaran Departemen Pertahanan jika tidak ada kesepakatan diakhir Februari 2013 dan jangan heran persoalan jurang fiskal ini akan dijadikan alasan, sehingga Wall Street akan lebih volatile di bulan Februari nanti.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembatasan Aktivitas...
Pembatasan Aktivitas Diambil Pemerintah, IHSG Ditutup Ambruk 1,17%
181 Saham Melemah Seret...
181 Saham Melemah Seret IHSG di Awal Sesi ke Level 6.083
Kenaikan IHSG Jangka...
Kenaikan IHSG Jangka Pendek, Berpotensi Bergerak di Kisaran 5.944-6.202
IHSG Balik Perkasa Pagi...
IHSG Balik Perkasa Pagi Ini, Dibuka Sentuh Level 6.115
Borong 5 Saham Ini di...
Borong 5 Saham Ini di Tengah Tren Menghijau IHSG
Wow! IHSG Akhir Pekan...
Wow! IHSG Akhir Pekan Tembus Level 6.208
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
6 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
7 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
7 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
8 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
8 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
8 jam yang lalu
Infografis
Hadiah Juara Piala Dunia...
Hadiah Juara Piala Dunia 2022, Capai Ratusan Miliar Rupiah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved