Saham sektor defensif pimpin penguatan Wall Street
Rabu, 30 Januari 2013 - 08:56 WIB
Saham sektor defensif pimpin penguatan Wall Street
A
A
A
Sindonews.com - Saham-saham di Bursa Wall Street pada perdagangan Selasa waktu setempat ditutup positif dipimpin sektor defensif. Banyaknya dana yang masuk ke pasar tidak membuat investor untuk berhati-hati melakukan aksi ambil untung.
Indeks S&P 500 mengarah pada kinerja bulanan terbaik sejak Oktober 2011 dan terbaik sejak Januari 1997. Investor mengalihkan dana sebesar USD55 miliar ke reksa dana saham dan exchange traded funds pada Januari, yang merupakan transaksi terbesar.
Data menujukkan, dari 174 perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan laba musim ini, 68,4 persen di atas ekspektasi analis. Porsi ini lebih tinggi dari empat kuartal terakhir, dan di atas rata-rata sejak 1994.
Sektor-sektor dengan kinerja terbaik di S&P 500 adalah sektor kesehatan (SPXHC), layanan telekomunikasi (SPLRCL). Kedua sektor defensif ini naik lebih dari 1 persen. Di samping itu, sektor energi juga menguat, didorong pendapatan yang kuat dari Valero Energy Corp (VLO.N) dan hedge fund beralih ke Hess Corp (HES.N).
Di antara saham defensif yang meningkat merupakan perusahaan yang relatif kebal terhadap perubahan ekonomi, seperti produsen obat Pfizer (PFE.N), naik 3,2 persen menjadi USD27,70 setelah membukukan pendapatan dan AT & T (TN) menguat 1,6 persen menjadi USD34,68.
"Siklus yang bergerak sangat baik, sekarang banyak manajer mengalihkan dananya ke saham defensif, dan menggunakannya sebagai lindung nilai internal dalam portofolio ekuitas," Kata analis Prudential Financial di Newark, Quincy Krosby, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (30/1/2013).
Pada perdagangan Selasa waktu setempat, The Dow Jones industrial average (DJI) menguat 72,49 poin atau 0,52 persen di 13.954,42, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) naik 7,66 poin atau 0,51 persen ke 1.507,84, sedangkan Nasdaq Composite Index (IXIC) melemah 0,64 poin atau 0,02 persen ke 3.153,66.
Indeks S&P 500 mengarah pada kinerja bulanan terbaik sejak Oktober 2011 dan terbaik sejak Januari 1997. Investor mengalihkan dana sebesar USD55 miliar ke reksa dana saham dan exchange traded funds pada Januari, yang merupakan transaksi terbesar.
Data menujukkan, dari 174 perusahaan di indeks S&P 500 yang telah melaporkan laba musim ini, 68,4 persen di atas ekspektasi analis. Porsi ini lebih tinggi dari empat kuartal terakhir, dan di atas rata-rata sejak 1994.
Sektor-sektor dengan kinerja terbaik di S&P 500 adalah sektor kesehatan (SPXHC), layanan telekomunikasi (SPLRCL). Kedua sektor defensif ini naik lebih dari 1 persen. Di samping itu, sektor energi juga menguat, didorong pendapatan yang kuat dari Valero Energy Corp (VLO.N) dan hedge fund beralih ke Hess Corp (HES.N).
Di antara saham defensif yang meningkat merupakan perusahaan yang relatif kebal terhadap perubahan ekonomi, seperti produsen obat Pfizer (PFE.N), naik 3,2 persen menjadi USD27,70 setelah membukukan pendapatan dan AT & T (TN) menguat 1,6 persen menjadi USD34,68.
"Siklus yang bergerak sangat baik, sekarang banyak manajer mengalihkan dananya ke saham defensif, dan menggunakannya sebagai lindung nilai internal dalam portofolio ekuitas," Kata analis Prudential Financial di Newark, Quincy Krosby, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (30/1/2013).
Pada perdagangan Selasa waktu setempat, The Dow Jones industrial average (DJI) menguat 72,49 poin atau 0,52 persen di 13.954,42, Indeks The Standard & Poor 500 (SPX) naik 7,66 poin atau 0,51 persen ke 1.507,84, sedangkan Nasdaq Composite Index (IXIC) melemah 0,64 poin atau 0,02 persen ke 3.153,66.
(rna)
Lihat Juga :