Pertamina kapalkan kargo perdana propylene 1.500 ton

Rabu, 30 Januari 2013 - 17:28 WIB
Pertamina kapalkan kargo...
Pertamina kapalkan kargo perdana propylene 1.500 ton
A A A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) berhasil mengapalkan kargo perdana propylene sebanyak 1.500 ton yang merupakan hasil produksi dari Kilang RCC Off Gas to Propylene Project (ROPP) Balongan ke pabrik PT Chandra Asri Petrochemical Tbk.

Direktur Pengolahan Pertamina, Chrisna Damayanto mengatakan, penambahan kapasitas produksi propylene nasional dari ROPP Balongan ini akan mengurangi impor propylene yang kebutuhannya semakin meningkat.

"Mulai beroperasinya ROPP Balongan diharapkan akan menjadi milestone bagi kebangkitan kedua industri petrokimia nasional," kata dia dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (30/1/2013)

Chrisna menjelaskan, ROPP di Kilang Balongan Indramayu, Jawa Barat merupakan proyek pemanfaatan gas buang yang dihasilkan residue catalytic cracking (RCC) menjadi propylene yang bernilai tambah tinggi. Sementara, kilang ROPP Balongan mulai beroperasi pada 14 Januari 2013.

Dia menuturkan, ROPP Balongan dibangun menghabiskan investasi sekitar USD387 juta dengan kontraktor EPC PT Rekayasa Industri dan Toyo Engineering Corporation. Dengan kapasitas produksi propylene dari ROPP Balongan mencapai 179 ribu ton per tahun.

Pertamina, lanjutnya, menargetkan penguasaan pasar petrokimia nasional hingga 80 persen pada 2025 yang diyakini dapat tercapai melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan nasional dan multinasional.

Sebelumnya, Pertamina juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Chandra Asri Petrochemical sebagai dasar penyusunan kesepakatan akhir dalam membentuk perusahaan joint venture untuk mendirikan pabrik polypropylene berkapasitas 250 ribu ton per tahun di RU VI Pertamina, di Balongan pada 2014.

Disamping itu, Pertamina juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan tiga perusahaan petrokimia multinasional, yaitu SK Global Chemical, PTT Global Chemical, dan Mitsubishi Corporation, yang merupakan perusahaan petrokimia terkemuka di kawasan Asia. Salah satu dari tiga calon mitra tersebut akan dipilih sebagai mitra usaha patungan untuk membangun naphta cracker yang ditargetkan dapat beroperasi pada 2017.

Vice President Corporate Pertamina, Ali Mundakir mengatakan, target penguasaan pangsa pasar sebesar Pertamina sebsar 30 persen pada 2017. Di mana pasar petrokimia nasional ditaksir akan mencapai USD30 miliar.

"Saat ini pasar petrokimia nasional mencapai sekitar USD5 miliar baru 10 persen, di antaranya merupakan pangsa pasar Pertamina," ujar Ali Mundakir.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Berita Terkini
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
46 menit yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
56 menit yang lalu
Harga Emas Hari Ini...
Harga Emas Hari Ini Berbalik Merayap Naik Rp3 Ribu per Gram, Intip Rincian Lengkapnya
2 jam yang lalu
DJP Gandeng Babinsa...
DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Pajak: Hanya Pendamping, Tak Perlu Khawatir
2 jam yang lalu
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
3 jam yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
12 jam yang lalu
Infografis
Jejak Pendidikan Stella...
Jejak Pendidikan Stella Christie, Wamen yang Jadi Komisaris Pertamina Hulu Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved