Melambatnya aksi beli akan bayangi IHSG
Jum'at, 01 Februari 2013 - 08:32 WIB
Melambatnya aksi beli akan bayangi IHSG
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) mengindikasikan melambatnya aksi beli.
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri akan membayangi IHSG dan mengidikasikan akan terjadi pelambatan dalam aksi beli di pasar saham Indonesia.
"IHSG diperkirakan akan bergerak pada level 4.421-4.474," kata dia, Jumat (1/2/2013).
Faktor mengecewakannya earnings emiten UPS & Dow Chenical yang mengakibatkan kejatuhan masing-masing harga saham dan adanya kenaikan Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan minggu lalu sebesar 38.000 unit menjadi 368.000 unit ditengah naiknya American Income bulan Desember 2012 mendorong kejatuhan Dow Jones diiringi kejatuhan tipis The Fix.
Kejatuhan Dow Jones ES perkirakan membawa dampak minor atas pergerakan Bursa Indonesia disepanjang perdagangan akhir pekan ini, dimana investor domestik lebih memperhatikan hasil rilis laporan keuangan emiten 2012 yang nampaknya cukup menggembirakan mengacu atas emiten yang sudah merilis laporan keuangan mereka, seperti MNC Group (BHIT, BCAP, BMTR, MNCN, MSKY) dimana revenue, EBITDA & earnings-nya tumbuh sangat kuat.
Ini juga diikuti emiten BBRI mencatat perolehan laba bersih Rp18,5 triliun atau naik sebesar 22,79 persen di 2012 dibanding tahun 2011 mencapai Rp15 triliun ditengah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolasr AS
Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang mengatakan, sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri akan membayangi IHSG dan mengidikasikan akan terjadi pelambatan dalam aksi beli di pasar saham Indonesia.
"IHSG diperkirakan akan bergerak pada level 4.421-4.474," kata dia, Jumat (1/2/2013).
Faktor mengecewakannya earnings emiten UPS & Dow Chenical yang mengakibatkan kejatuhan masing-masing harga saham dan adanya kenaikan Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan minggu lalu sebesar 38.000 unit menjadi 368.000 unit ditengah naiknya American Income bulan Desember 2012 mendorong kejatuhan Dow Jones diiringi kejatuhan tipis The Fix.
Kejatuhan Dow Jones ES perkirakan membawa dampak minor atas pergerakan Bursa Indonesia disepanjang perdagangan akhir pekan ini, dimana investor domestik lebih memperhatikan hasil rilis laporan keuangan emiten 2012 yang nampaknya cukup menggembirakan mengacu atas emiten yang sudah merilis laporan keuangan mereka, seperti MNC Group (BHIT, BCAP, BMTR, MNCN, MSKY) dimana revenue, EBITDA & earnings-nya tumbuh sangat kuat.
Ini juga diikuti emiten BBRI mencatat perolehan laba bersih Rp18,5 triliun atau naik sebesar 22,79 persen di 2012 dibanding tahun 2011 mencapai Rp15 triliun ditengah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolasr AS
(rna)
Lihat Juga :