Inflasi Januari 1,03%, tertinggi dalam 4 tahun
Jum'at, 01 Februari 2013 - 10:42 WIB
Inflasi Januari 1,03%, tertinggi dalam 4 tahun
A
A
A
Sindonews.com - Naiknya beberapa kebutuhan pokok akibat banjir menyebabkan inflasi bulan pertama tahun ini naik dibanding bulan sebelumnya, yang hanya 0,54 persen. Inflasi pada Januari 2013 tercatat sebesar 1,03 persen, yang merupakan inflasi bulanan tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Kenaikan harga yang ditunjukkan kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran memicu terjadinya inflasi pada Januari 2013, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 136,88.
"Dari 66 kota IHK, tercatat 62 kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi," terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin di kantornya, Jumat (1/2/2013).
Inflasi tertinggi, lanjut Suryamin, terjadi di Sibolga yakni sebesar 3,78 persen dengan IHK 145,96 dan terendah terjadi di Pontianak yakni sebesar 0,01 persen dengan dengan IHK 146,32.
"Sedangkan deflasi terjadi di Sorong 0,98 persen dengan IHK 152,00 dan deflasi terendah terjadi di Ternate 0,20 persen dengan IHK 136,59," sambung dia.
Inflasi ini, tegas Suryamin, terutama didorong adanya kenaikan harga yang ditunjang oleh kenaikan indeks beberapa pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 3,39 persen.
Kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau 0,46 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,56 persen, kelompok sandang 0,25 persen. Kelompok kesehatan 0,29 persen.
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen. Sementara kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks menjadi 0,28 persen.
"Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2013 sebesar 1,03 persen. Secara year on year (YoY/Januari 2013 terhadap Januari 2012) sebesar 4,57 persen," ungkap dia. Sementara inflasi Januari 2011 tercatat 0,89 persen, sedangkan pada Januari 2012 lebih rendah, yakni 0,76 persen.
Kenaikan harga yang ditunjukkan kenaikan indeks beberapa kelompok pengeluaran memicu terjadinya inflasi pada Januari 2013, dengan indeks harga konsumen (IHK) sebesar 136,88.
"Dari 66 kota IHK, tercatat 62 kota mengalami inflasi dan empat kota mengalami deflasi," terang Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin di kantornya, Jumat (1/2/2013).
Inflasi tertinggi, lanjut Suryamin, terjadi di Sibolga yakni sebesar 3,78 persen dengan IHK 145,96 dan terendah terjadi di Pontianak yakni sebesar 0,01 persen dengan dengan IHK 146,32.
"Sedangkan deflasi terjadi di Sorong 0,98 persen dengan IHK 152,00 dan deflasi terendah terjadi di Ternate 0,20 persen dengan IHK 136,59," sambung dia.
Inflasi ini, tegas Suryamin, terutama didorong adanya kenaikan harga yang ditunjang oleh kenaikan indeks beberapa pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 3,39 persen.
Kelompok makanan jadi, rokok dan tembakau 0,46 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,56 persen, kelompok sandang 0,25 persen. Kelompok kesehatan 0,29 persen.
Kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,05 persen. Sementara kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indeks menjadi 0,28 persen.
"Tingkat inflasi tahun kalender Januari 2013 sebesar 1,03 persen. Secara year on year (YoY/Januari 2013 terhadap Januari 2012) sebesar 4,57 persen," ungkap dia. Sementara inflasi Januari 2011 tercatat 0,89 persen, sedangkan pada Januari 2012 lebih rendah, yakni 0,76 persen.
(rna)
Lihat Juga :