RI perjuangkan liberalisasi CPO dan karet di APEC

Minggu, 10 Februari 2013 - 09:41 WIB
RI perjuangkan liberalisasi...
RI perjuangkan liberalisasi CPO dan karet di APEC
A A A
Sindonews.com - Pada Pertemuan Komite Perdagangan dan Investasi APEC (Committee on Trade and Investment/CTI), Indonesia mengusulkan penurunan tarif atas beberapa produk berbasis pertanian dan kehutanan, khususnya minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan karet alam.

Liberalisasi CPO dan karet diyakini akan berdampak positif. Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Kerja Sama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo.

“Indonesia berpandangan bahwa liberalisasi CPO dan karet di APEC akan berdampak positif pada lingkungan, perdagangan, pembangunan, dan pengentasan kemiskinan. Ini mengingat tingginya kepentingan rakyat, UKM dan petani kecil pada kedua sektor usaha tersebut,” ujar Iman dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (10/2/2013).

Indonesia juga mengusulkan Kertas Konsep (Concept Paper) berjudul ‘Promoting Green Growth and Practical Road to Inclusive Growth: Promoting Agriculture-based Goods’, yang disampaikan ke CTI. Ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemerataan manfaat liberalisasi produk-produk yang termasuk dalam APEC EGs List yang akan dilaksanakan tahun 2013-2015.

Melalui kesepakatan tersebut, anggota APEC akan menurunkan tingkat tarif impor 54 produk EG (mata tarif 6 digit) sampai 0-5 persen pada tahun 2015.

Secara umum pertemuan kali ini merupakan langkah awal bagi Indonesia dalam mempersiapkan agenda dan kesepakatan di bidang perdagangan dan investasi pada Pertemuan Para Menteri Perdagangan APEC (APEC Ministers Responsible for Trade Meeting/MRT) di Surabaya, 20-21 April 2013 dan Pertemuan Tingkat Pemimpin APEC di Bali, 7-8 Oktober 2013.

Dalam pertemuan ini, CTI juga menyetujui usulan Indonesia agar APEC menegaskan dukungan bagi masa depan penyelesaian Perundingan Putaran Doha dan penguatan WTO melalui Pernyataan Bersama Para Pemimpin APEC (APEC Leaders Stand Alone Declaration on Supporting the Conclusion of WTO Doha Development Agenda).

Pernyataan Bersama Para Pemimpin APEC tersebut diharapkan dapat menyelesaikan isu-isu prioritas perundingan Putaran Doha pada Konferensi Tingkat Menteri Ke-9 WTO yang akan diselenggarakan di Bali, 2-6 Desember 2013.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
87 Kontainer CPO Ilegal...
87 Kontainer CPO Ilegal Senilai Rp28,7 Miliar Digagalkan di Tanjung Priok
Pemerintah Resmi Berlakukan...
Pemerintah Resmi Berlakukan Aturan Larangan Ekspor CPO
Kesulitan Jual CPO, ...
Kesulitan Jual CPO,  Pabrik Kelapa Sawit Tutup Operasi
Harga CPO Sudah Naik...
Harga CPO Sudah Naik 29% Sepanjang Tahun, Ini Proyeksi di 2022
Hari Ini Melandai, Harga...
Hari Ini Melandai, Harga Minyak Sawit Diramal Masih Bakal Nanjak
Sempat Cetak Rekor,...
Sempat Cetak Rekor, Harga CPO Anjlok 8 Persen di Sesi Jumat Siang
Berita Terkini
Pertamina Manfaatkan...
Pertamina Manfaatkan Jakarta Fair Perkuat Daya Saing UMKM Lokal
11 menit yang lalu
Pasar Saham RI Terancam...
Pasar Saham RI Terancam Turun Kelas, Modal Asing Bisa Kabur Rp3,6 Triliun
22 menit yang lalu
Sertifikasi Influencer...
Sertifikasi Influencer Kripto Dinilai Jadi Langkah Positif Bangun Ekosistem Lebih Sehat
49 menit yang lalu
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
1 jam yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
1 jam yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
2 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved