Atasi impor, India bangun jalur batu bara USD1,4 miliar

Senin, 11 Februari 2013 - 14:21 WIB
Atasi impor, India bangun...
Atasi impor, India bangun jalur batu bara USD1,4 miliar
A A A
Sindonews.com - Coal India Ltd akan membangun jalur kereta api (KAS) senilai USD1,4 miliar, yang menghubungkan tiga wilayah tambang terkaya. Lubang yang belum dimanfaatkan akan membantu thermal batu bara terbesar kedua di dunia menutup ketergantungan impor dari luar negeri.

Ketua Coal India, S Narsing Rao mengatakan, jaringan seluas 203 mil (327 kilometer) yang didanai dan dibangun perusahaan Indian Railways dalam lima tahun, akan memproduksi 300 juta metrik ton batu bara per tahun di negara bagian Odisha, Jharkhand dan Chhattisgarh.

Diketahui, perusahaan listrik India membayar sekitar 40 persen lebih dari harga lokal untuk mengimpor 70 juta ton batu bara, atau sekitar 20 persen dari konsumsi tahunan mereka.

"Jalur kereta api dapat menutupi kebutuhan impor thermal batu bara dalam lima tahun. Mengingat tingginya cadangan yang kita miliki, kita tidak perlu bergantung pada negara lain khususnya untuk pembangkit listrik," kata Rao, seperti dilansir Bloomberg, Senin (11/2/2013).

Sebelumnya, proyek listrik senilai USD3,5 miliar yang dibangun miliarder Anil Ambani dan Gautam Adani, terhenti karena kekurangan bahan bakar. pemerintah memperkirakan kekurangan 9 persen pasokan listrik menyebabkan pertumbuhan ekonomi India tercukur sekitar 1,2 poin.

Proposal perusahaan untuk link kereta api tertunda selama lebih dari enam tahun, menunggu persetujuan dari kementerian kereta api dan lingkungan. Pemerintah tahun lalu membentuk sebuah tim antar menteri untuk mendorong proyek mengikuti instruksi Perdana Menteri Manmohan Singh.

"Coal India harus membayar hukuman berat jika gagal memasok pelanggan dengan melakukan segala sesuatu untuk meningkatkan produksi," kata Deven Choksey, managing director KR Choksey Shares & Securities Pvt di Mumbai.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
5 Strategi Pemulihan...
5 Strategi Pemulihan Ekonomi ASEAN dari Dampak Covid-19
Ekonomi Asia Mulai Bangkit,...
Ekonomi Asia Mulai Bangkit, Bagaimana dengan Indonesia?
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
China Conference: Southeast...
China Conference: Southeast Asia 2026 Perkuat Peran Indonesia Jadi Pusat Ekonomi Regional
IMF: Jika Ekonomi Global...
IMF: Jika Ekonomi Global Terbelah, Asia Jadi Pecundang Terbesar
Tarif Trump Pukul Ekonomi...
Tarif Trump Pukul Ekonomi Asia, Siapa Paling Parah?
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
30 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
2 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
3 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
3 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
3 jam yang lalu
Infografis
NASA Kucurkan Dana Rp896...
NASA Kucurkan Dana Rp896 Miliar Untuk Bangun Konstruksi di Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved