OECD desak perketat pajak perusahaan internasional

Selasa, 12 Februari 2013 - 17:49 WIB
OECD desak perketat...
OECD desak perketat pajak perusahaan internasional
A A A
Sindonews - Organisasi Kerja Sama dan Pengembangan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) mendesak negara-negara G20 melakukan perbaikan peraturan pajak untuk menghentikan upaya perusahaan internasional melarikan uang pemerintah.

Dilansir Reuters, Selasa (12/2/2013), pemerintah menghadapi protes yang memaksa perusahaan-perusahaan besar dalam bisnis internasional membayar pajak lebih setelah terjadi perbedaan tagihan antar-negara.

Organisasi yang berbasis di Paris, Prancis itu mengungkapkan, perusahaan-perusahaan multinasional kerap melaporkan keuntungan di setiap negara berbeda-beda sebagai upaya menghindari pajak.

Tarif pajak efektif yang dibayar perusahaan sering jauh lebih rendah karena pemotongan, tunjangan dan berbagai langkah perusahaan mengurangi pendapatan yang mereka harus bayarkan kepada otoritas pajak.

Dalam sebuah laporan yang dipersiapkan kelompok negara ekonomi 20 (G20), menjelang pertemuan menteri keuangan di Moskow, Rusia, pekan ini, OECD mengingatkan bahwa pemerintah tidak sendirian dalam langkah ini.

"Jika Anda seorang multinasional, Anda akan dapat mengurangi pajak secara substansial karena arsitektur pajak internasional benar-benar keluar dari jadwal," kata Direktur Kebijakan Pajak OECD, Pascal Saint Amans.

"Namun, jika Anda adalah pebisnis murni dalam negeri, maka Anda akan memiliki waktu jauh lebih sulit dan berada pada kerugian kompetitif," jelasnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Waspada Gejolak Ekonomi...
Waspada Gejolak Ekonomi Dunia
PBB Prediksi Ekonomi...
PBB Prediksi Ekonomi Dunia Stagnan di 2,8 Persen pada 2025
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor...
Utang Luar Negeri IndonesiaNomor 7 Terbesar di Dunia
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Seram! Ketua OJK Beberkan...
Seram! Ketua OJK Beberkan Ancaman Ekonomi Dunia Tahun Depan
Prabowo: Ekonomi Indonesia...
Prabowo: Ekonomi Indonesia Diramal Masuk 5 Besar di Dunia
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
3 jam yang lalu
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
4 jam yang lalu
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
4 jam yang lalu
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
4 jam yang lalu
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
5 jam yang lalu
Infografis
Indonesia Demam Pajak,...
Indonesia Demam Pajak, 5 Negara Ini Bebas Pajak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved