Perluas kredit, Bank Pasar gandeng Dinkop UKM
Selasa, 12 Februari 2013 - 18:09 WIB
Perluas kredit, Bank Pasar gandeng Dinkop UKM
A
A
A
Sindonews.com - Perusahaan Daerah (PD) BPR Bank Pasar Kulonprogo, DI Yogyakarta menggandeng Dinas Koperasi dan UKM untuk melaksanakan program perluasan kredit kepada masyarakat (credit linkage). Melalui kerja sama ini Bank pasar siap menyalurkan kredit kepada koperasi.
"Kami ingin memperluas program kredit kepada masyarakat, termasuk koperasi. Karena itu, kita bekerja sama dengan Dinkop dan UKM. Kita juga mendukung gerakan bela beli Kulonprogo, karena 50 persen keuntungan dikembalikan ke daerah. Sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat," kata Rita Purwanti Erni Widiyati, Direktur Bank Pasar, Selasa (12/2/2013).
Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, kerja sama Bank Pasar dan Dinkop UKM seharusnya memberi peluang bagi koperasi Kulonprogo dalam mengembangkan ekonomi produktif. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan membantu menurunkan angka kemiskinan di Kulonprogo.
Dia menjelaskan, kapasitas keuangan daerah masih kecil. Sehingga, untuk mengurangi angka kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus memberdayakan potensi non APBD dengan menggelorakan kepedulian sosial dan semangat gotong royong, termasuk melalui koperasi.
"Kami berharap perkembangan koperasi sudah mulai memasuki tahap ofensif dan ekspansif, bukan lagi defensif. Artinya, koperasi harus bisa memperluas kegiatan ekonominya melalui kreatifitas dan inovasi, bukan hanya menikmati kondisi yang ada," ujarnya.
"Kami ingin memperluas program kredit kepada masyarakat, termasuk koperasi. Karena itu, kita bekerja sama dengan Dinkop dan UKM. Kita juga mendukung gerakan bela beli Kulonprogo, karena 50 persen keuntungan dikembalikan ke daerah. Sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat," kata Rita Purwanti Erni Widiyati, Direktur Bank Pasar, Selasa (12/2/2013).
Wakil Bupati Kulonprogo, Sutedjo mengatakan, kerja sama Bank Pasar dan Dinkop UKM seharusnya memberi peluang bagi koperasi Kulonprogo dalam mengembangkan ekonomi produktif. Sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan membantu menurunkan angka kemiskinan di Kulonprogo.
Dia menjelaskan, kapasitas keuangan daerah masih kecil. Sehingga, untuk mengurangi angka kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) harus memberdayakan potensi non APBD dengan menggelorakan kepedulian sosial dan semangat gotong royong, termasuk melalui koperasi.
"Kami berharap perkembangan koperasi sudah mulai memasuki tahap ofensif dan ekspansif, bukan lagi defensif. Artinya, koperasi harus bisa memperluas kegiatan ekonominya melalui kreatifitas dan inovasi, bukan hanya menikmati kondisi yang ada," ujarnya.
(izz)
Lihat Juga :