Apindo harapkan RI jadi pusat fashion di ASEAN
Kamis, 14 Februari 2013 - 14:49 WIB
Apindo harapkan RI jadi pusat fashion di ASEAN
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi menilai, dengan jumlah penduduk mencapai 240 juta jiwa menjadikan Indonesia sebagai pasar yang potensial.
Kendati demikian, dia menyayangkan, lemahnya sarana promosi dan distribusi masih menjadi kendala utama untuk memajukan sektor industri. Karena itu, dia berharap, sarana dan prasarana promosi perlu ditingkatkan.
Salah satu sektor industri yang potensial dikembangkan di Indonesia adalah fashion. Menurut Sofjan, industri fashion memiliki potensi yang sangat besar ke depannya. Karena itu, dia mengharapkan Indonesia bisa menjadi pusat fashion, minimal untuk negara di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, dia juga meminta, agar merek lokal Indonesia untuk bisa segera dipatenkan dan dipromosikan, sebelum diklaim negara tetangga sebagai miliknya, seperti yang berulang kali terjadi.
"Potensi (industri fashion) dua kali lebih besar, banyak pembeli dalam dan luar negeri. kreativitas industri fashion bukan main hebatnya. Kita punya pasar ada 240 juta," ujar Sofjan di Jakarta, Kamis (14/2/2013).
Apabila Indonesia berhasil mengembangkan merek lokalnya, lanjut Sofyan, maka masyarakat Indonesia di masa mendatang, akan bangga dengan merek lokalnya. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tak perlu lagi berburu produk fashion dengan label asing, seperti Italia dan Prancis.
"Harus kita pakai (merek lokal) jadi market Indonesia, supaya tidak perlu pakai produki Italia dan Prancis. Ini (harus) kita targetkan bersama," tandasnya.
Kendati demikian, dia menyayangkan, lemahnya sarana promosi dan distribusi masih menjadi kendala utama untuk memajukan sektor industri. Karena itu, dia berharap, sarana dan prasarana promosi perlu ditingkatkan.
Salah satu sektor industri yang potensial dikembangkan di Indonesia adalah fashion. Menurut Sofjan, industri fashion memiliki potensi yang sangat besar ke depannya. Karena itu, dia mengharapkan Indonesia bisa menjadi pusat fashion, minimal untuk negara di kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, dia juga meminta, agar merek lokal Indonesia untuk bisa segera dipatenkan dan dipromosikan, sebelum diklaim negara tetangga sebagai miliknya, seperti yang berulang kali terjadi.
"Potensi (industri fashion) dua kali lebih besar, banyak pembeli dalam dan luar negeri. kreativitas industri fashion bukan main hebatnya. Kita punya pasar ada 240 juta," ujar Sofjan di Jakarta, Kamis (14/2/2013).
Apabila Indonesia berhasil mengembangkan merek lokalnya, lanjut Sofyan, maka masyarakat Indonesia di masa mendatang, akan bangga dengan merek lokalnya. Dengan demikian, masyarakat Indonesia tak perlu lagi berburu produk fashion dengan label asing, seperti Italia dan Prancis.
"Harus kita pakai (merek lokal) jadi market Indonesia, supaya tidak perlu pakai produki Italia dan Prancis. Ini (harus) kita targetkan bersama," tandasnya.
(rna)
Lihat Juga :