Besok, reli IHSG diperkirakan berakhir

Kamis, 14 Februari 2013 - 19:13 WIB
Besok, reli IHSG diperkirakan...
Besok, reli IHSG diperkirakan berakhir
A A A
Sindonews.com - Reli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut dengan membuat sejarah baru di level 4.601,952. Indeks pada penutupan hari ini ditutup menguat 17,105 poin atau 0,37 persen di 4.588,673.

Analis e-Trading Securities Budi Wibowo pesimis kenaikan indeks masih akan terjadi besok. Hal ini berdasarkan pencapaian indeks pada perdagangan hari ini yang tidak kuat bertahan di level 4.600.

Dalam perdagangan hari ini juga terlihat aksi ambil untung sudah marak terjadi sehingga mendorong terjadinya koreksi hingga penutupan. "Indeks sudah mencapai titik jenuh dan akan mulai akan terjadi koreksi," ujar Budi saat dihubungi, Kamis (14/2/2013).

Dia mengatakan, di perdagangan akhir minggu biasanya rawan terjadi aksi ambil untung. Para investor sudah melihat kenaikan indeks selama sepekan ini sudah terseok-seok, dan dinilai sudah cukup. Untuk itu, dia menilai pergerakan indeks hanya akan berkisar di 4.595-4.596. "Penurunan indeks juga karena sepi sentimen," ucapnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, sentimen pendorong yang sepi akan membuat para investor akan mulai beralih dari sektor properti ke pertambangan. Sentimen positif saat ini bisa dibilang tidak terlalu kuat, sehingga tren menurun akan mulai terasa di kuartal dua nanti.

Pola ini disebutnya sama dengan saat tahun 2001 yang kuat di awal tahun, namun mengalami penurunan berikutnya. Indeks diperkirakan baru akan mengalami kenaikan pada bulan Maret nanti. "Penurunan ini akan membuat CPO dan tambang mulai menanjak," jelasnya.

Sementara, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Ito Warsito mengatakan, kenaikan IHSG disebabkan oleh investor asing yang optimis melihat perkembangan ekonomi nasional dan fundamental emiten dalam negeri.

Dia optimistis di masa mendatang akan semakin banyak rekor yang tercipta. "Fundamental ekonomi nasional dan emiten cenderung membaik," ujarnya beberapa waktu lalu.

Pemilu 2014 diyakininya juga tidak akan mengganggu kinerja IHSG. Hal itu didasarkan pada pengalaman 2009. Pada saat itu, IHSG tumbuh hingga 87 persen.

Hal itu menunjukan investor semakin cerdas dalam berinvestasi. Karena tidak terpengaruh oleh pemberitaan negatif mengenai partai politik pada beberapa waktu terakhir.

"Mungkin pertumbuhan pada tahun ini tidak setinggi 2009. Terlihat kalau investasi di pasar modal tidak dipengaruhi oleh pemilu," terangnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BEI Tutup Kode Domisili...
BEI Tutup Kode Domisili Investor, Intip Penjelasannya!
Daftar 10 Emiten Ini...
Daftar 10 Emiten Ini Disuspensi BEI selama 1 Tahun
Grand Launching ASEAN...
Grand Launching ASEAN Investment Challenge 2023
Besok 5 Perusahaan Ini...
Besok 5 Perusahaan Ini Berebutan Cari Duit di Pasar Modal
Rapor Bursa Sepekan,...
Rapor Bursa Sepekan, Kapitalisasi Pasar Naik Jadi Rp9.563 Triliun
Melantai Perdana di...
Melantai Perdana di Bursa, Saham PT Segar Kumala Indonesia Melonjak 24,74 Persen
Berita Terkini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
8 menit yang lalu
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
45 menit yang lalu
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
57 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Integrasikan Penanganan Stunting dan Pemberdayaan UMKM
1 jam yang lalu
Heboh Surat Dinas ke...
Heboh Surat Dinas ke AS dengan Keluarga Bocor, Menteri PU: Saya Nggak Jadi Berangkat
1 jam yang lalu
Pupuk Kaltim Dukung...
Pupuk Kaltim Dukung Pengembangan SDM melalui Olahraga
1 jam yang lalu
Infografis
Forum Rektor PTMA Serukan...
Forum Rektor PTMA Serukan Gelar Aksi Bela Palestina Besok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved