Pertamina masih tunggu keputusan pemerintah
Jum'at, 15 Februari 2013 - 17:11 WIB
Pertamina masih tunggu keputusan pemerintah
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina (Persero) mengaku hingga saat ini masih menunggu keputusan pemerintah terkait hak pengelolaan Blok Mahakam yang kontraknya akan habis pada 2017.
"Itu masih dibicarakan oleh pemerintah dan untuk hasilnya, kita akan tunggu saja," ujar VP Coorporate Communication Pertamina, Ali Mundakir di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (15/2/2013)
Di lain pihak, Ali menerangkan, perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah tersebut sudah bekerja maksimal untuk mengelola migas seperti yang tercermin pada pengelolaan blok ONWJ di tahun 2009. Saat itu, PHE ONWJ sempat mecatatatkan produksi hingga 40 ribu barel oil per day (BPOD) dan memecahkan rekor produksi.
"Untuk tahun lalu capaian produksi minyak rata-rata 33,3 ribu BOPD dan capaian perharinya memecahkan rekor produksi harian bisa diatas 40 ribu BOPD. Sedangkan produksi gas sebesar 190 MMSCFD," sambung dia.
Terkait pengelolaan Blok Mahakam, mantan Direktur Pertamina Ari Sumarno menyatakan, agar pengelolaan blok Mahakam yang berakhir masa kontraknya pada 2017 untuk dikelola secara joint operation hingga kurun waktu 5-10 tahun.
“Sebaiknya blok itu dikelola secara joint operation dulu selama 5-10 tahun, setelah itu Pertamina ambil alih," ujar Ari.
Menurut dia, cadangan Blok Mahakam diperkirakan masih bisa berproduksi hingga 20 tahun ke depan. Sementara dari segi finansial dan pendanaan, dia meyakini bahwa Pertamina tidak kesulitan. Kekurangannya, menurut Ari, hanya dari pengalaman dalam pengelolaan.
"Itu masih dibicarakan oleh pemerintah dan untuk hasilnya, kita akan tunggu saja," ujar VP Coorporate Communication Pertamina, Ali Mundakir di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (15/2/2013)
Di lain pihak, Ali menerangkan, perusahaan minyak dan gas (migas) pelat merah tersebut sudah bekerja maksimal untuk mengelola migas seperti yang tercermin pada pengelolaan blok ONWJ di tahun 2009. Saat itu, PHE ONWJ sempat mecatatatkan produksi hingga 40 ribu barel oil per day (BPOD) dan memecahkan rekor produksi.
"Untuk tahun lalu capaian produksi minyak rata-rata 33,3 ribu BOPD dan capaian perharinya memecahkan rekor produksi harian bisa diatas 40 ribu BOPD. Sedangkan produksi gas sebesar 190 MMSCFD," sambung dia.
Terkait pengelolaan Blok Mahakam, mantan Direktur Pertamina Ari Sumarno menyatakan, agar pengelolaan blok Mahakam yang berakhir masa kontraknya pada 2017 untuk dikelola secara joint operation hingga kurun waktu 5-10 tahun.
“Sebaiknya blok itu dikelola secara joint operation dulu selama 5-10 tahun, setelah itu Pertamina ambil alih," ujar Ari.
Menurut dia, cadangan Blok Mahakam diperkirakan masih bisa berproduksi hingga 20 tahun ke depan. Sementara dari segi finansial dan pendanaan, dia meyakini bahwa Pertamina tidak kesulitan. Kekurangannya, menurut Ari, hanya dari pengalaman dalam pengelolaan.
(rna)
Lihat Juga :