Selama Imlek, penjualan ritel di China naik 14,7%
Sabtu, 16 Februari 2013 - 12:47 WIB
Selama Imlek, penjualan ritel di China naik 14,7%
A
A
A
Sindonews.com - Departemen Perdagangan China melaporkan, penjualan toko dan restoran selama festival Tahun Baru Imlek 2013, naik 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi 539 miliar yuan (USD86 miliar).
Penjualan ritel pada produk makanan meningkat 9,8 persen, perhiasan naik 38,1 persen dan garmen naik 6,3 persen dibanding periode yang sama 2012.
Kenaikan penjualan pada Tahun Baru Imlek, dipicu naiknya konsumsi belanja konsumen pada segala produk kecantikan untuk makan malam keluarga yang mewah. Namun, pertumbuhan tahun ini melambat dari kenaikan 16,2 persen pada tahun sebelumnya.
Menurut kantor berita Xinhua, hal terjadi didorong kampanye anti-pemborosan yang dikeluarkan pemerintah China hingga memangkas penjualan untuk restoran kelas atas.
"Pertumbuhan lambat, terlihat pada bisnis restoran. Sebagian adalah hasil dari tindakan keras pemerintah terhadap korupsi dan kampanye anti-sampah," kata Leon Zhao, analis dari lembaga penelitian Frost & Sullivan, Shanghai, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (16/2/2013).
"Kami berharap penjualan ritel dan konsumsi (China) bangkit kembali seiring dengan membaiknya perekonomian di kuartal kedua dan ketiga," tambah Zhao.
Penjualan ritel pada produk makanan meningkat 9,8 persen, perhiasan naik 38,1 persen dan garmen naik 6,3 persen dibanding periode yang sama 2012.
Kenaikan penjualan pada Tahun Baru Imlek, dipicu naiknya konsumsi belanja konsumen pada segala produk kecantikan untuk makan malam keluarga yang mewah. Namun, pertumbuhan tahun ini melambat dari kenaikan 16,2 persen pada tahun sebelumnya.
Menurut kantor berita Xinhua, hal terjadi didorong kampanye anti-pemborosan yang dikeluarkan pemerintah China hingga memangkas penjualan untuk restoran kelas atas.
"Pertumbuhan lambat, terlihat pada bisnis restoran. Sebagian adalah hasil dari tindakan keras pemerintah terhadap korupsi dan kampanye anti-sampah," kata Leon Zhao, analis dari lembaga penelitian Frost & Sullivan, Shanghai, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (16/2/2013).
"Kami berharap penjualan ritel dan konsumsi (China) bangkit kembali seiring dengan membaiknya perekonomian di kuartal kedua dan ketiga," tambah Zhao.
(dmd)
Lihat Juga :