RI-Australia sepakat kerja sama fiskal

Senin, 18 Februari 2013 - 13:49 WIB
RI-Australia sepakat...
RI-Australia sepakat kerja sama fiskal
A A A
Sindonews.com - Indonesia dan Australia menyepakati kerja sama dalam bidang kebijakan fiskal dan peningkatan kapasitas staf yang ditandai melalui penandatanganan nota kesepahaman pada sela Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 di Moskow, Rusia.

"Disela pertemuan G20, Indonesia dan Australia menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Between the Australian Treasury and Kementerian Keuangan Indonesia," ungkap Sekretaris I Pensosbud KBRI Moskow, Rusia, Lailal K. Yuniarti, Lailal K.Yuniarti, dilansir dari situs Sekretariat Kabinet, Senin (18/2/2013).

Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Menteri Keuangan Agus Martowardojo dan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Australia Wayne Swan, serta disaksikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oratmangun.

Perjanjian itu berisikan kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama berkesinambungan melalui penyelenggaraan dialog ekonomi secara periodik dan pertukaran program kegiatan serta pandangan di bidang fiskal, kerjasama ekonomi, ekonomi internasional, kebijakan perpajakan, keuangan dan perubahan iklim.

Selain itu, dalam sela pertemuan, Agus juga melakukan pertemuan bilateral terpisah dengan Staf Menteri Keuangan dalam bidang Hubungan Internasional AS Lael Brainard.

Pertemuan tersebut juga membahas agenda G20 terkait pembiayaan infrastruktur, regulasi sistem keuangan global serta kerjasama bilateral dalam bidang ekonomi dan keuangan.

Sementara, dalam pertemuan G20 yang berlangsung selama dua hari (15-16 Februari), Indonesia bersama Jerman terpilih secara aklamasi untuk menjadi ketua bersama grup studi pembiayaan untuk investasi jangka panjang.

Grup studi atau Study Group Financing for Investment (SG-FI) ini akan bekerjasama dengan Bank Dunia, OECD, IMF, FSB, PBB, UNCTAD dan beberapa organisasi internasional lainnya untuk menentukan arah pembahasan dan pembiayaan infrastruktur kedepan.

Indonesia dan Jerman akan melaporkan perkembangan grup studi pada berbagai forum pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral, untuk kemudian menjadi dasar komitmen negara G20 yang dituangkan pada KTT kepala negara di St Petersburg, pada 5-6 September 2013.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia- Prancis Teken...
Indonesia- Prancis Teken Kerjasama Pertahanan termasuk Caesar dan Amunisi buatan KNDS France
Bilateral Menteri Keuangan...
Bilateral Menteri Keuangan RI-AS
Pentingnya Membangun...
Pentingnya Membangun Pemahaman Kerjasama Bilateral Indonesia-China
Indonesia-India Teken...
Indonesia-India Teken Kerjasama Keselamatan dan Keamanan Maritim
Indonesia–Swiss Teken...
Indonesia–Swiss Teken Mou Kerjasama Penanggulangan Bencana
Inggris-Indonesia Sepakat...
Inggris-Indonesia Sepakat Perpanjang Kemitraan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Berita Terkini
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk,...
Solusi Kepadatan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan
4 menit yang lalu
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
26 menit yang lalu
Groundbreaking Blok...
Groundbreaking Blok Masela, Prabowo: Kita Menunggu 3 Dekade
59 menit yang lalu
Blok Abadi Masela Senilai...
Blok Abadi Masela Senilai Rp390 Triliun Resmi Dibangun, Bakal Serap 13 Ribu Tenaga Kerja Lokal
1 jam yang lalu
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.000 Triliun, Purbaya: Masih Aman
2 jam yang lalu
Prabowo Bakal Resmikan...
Prabowo Bakal Resmikan Groundbreaking Proyek Masela Senilai Rp375 Triliun Hari Ini
3 jam yang lalu
Infografis
7 Kolonel TNI AL Pecah...
7 Kolonel TNI AL Pecah Bintang, Ada Dankopaska Koarmada RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved