IHSG berpotensi menguat tapi dibayangi profit taking

Kamis, 21 Februari 2013 - 08:04 WIB
IHSG berpotensi menguat...
IHSG berpotensi menguat tapi dibayangi profit taking
A A A
Sindonews.com - Meski sudah jenuh, Indeks Harga Saham Gangungan (IHSG) tampak masih menunjukkan keinginannya melanjutkan penguatan kendati masih dibayangi potensi aksi ambil untung (profit taking) seperti pada perdagangan-perdagangan sebelumnya.

"IHSG akan berada pada posisi 4.595-4.642. Pola white marubozu di tengah overbought-nya indikator RSI, momentum, stochastics mengindikasikan berlanjutnya kenaikan tetapi dibayangi profit taking," terang Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Kamis (21/2/2013).

Sementara itu, kondisi global yang juga kurang baik pada hari ini, berpotensi memberi imbas negatif bagi perdagangan saham di dalam negeri.

Faktor statement dari The Fed Minutes Meeting yang mengatakan bahwa The Fed kemungkinan besar tidak akan melanjutkan program pembelian kembali obligasi alias paket stimulus tidak akan dilanjutkan, walaupun US Unemployment belum mencapai 6,5 persen serta data Housing Starts bulan Januari yang turun 8,5 persen dan naiknya Producer Price Index bulan Januari pertama kali sejak empat bulan terakhir menjadi pemicu kejatuhan tajam Dow Jones Rabu sebesar -108,13 poin (-0.77 persen), diiringi kenaikan super tajam The Vix sebesar 19,25 persen ditutup pada level 14,68.

"Akibat statement The Fed yang akan menghentikan program bond buying alias versi saya yang mengatakan "Era Duit Murah" akan berakhir mendorong harga komoditas turun tajam seperti, Oil -2,31 persen, gold -2,52 persen (menuju level USD1500), nikel -2,25 persen dan Tin -0,94 persen sehingga saya katakan cukup berbahaya bagi saham berbasis komoditas karena berpotensi akan terus turun kedepannya dan dikombinasikan dengan tajamnya kejatuhan Dow semalam -108.13 poin," tutur Edwin.

Dengan demikian, Edwin mengawatirkan kondisi tersebut bisa menjadi sentimen negatif bagi perdagangan IHSG Kamis ini ditengah overvalued-nya valuasi beberapa saham big caps dan second liners ditengah faktor utama pendorong IHSG atau Liquidity Driven The Market karena year to date, net buying asing mencapai Rp12,34 triliun, dimana bukan mustahil jika era duit murah benar-benar berakhir.

"Maka itu, artinya kedepannya akan terjadi pullback dana asing tersebut, sehingga bisa memicu kejatuhan IHSG dan kenaikan USD atas local currency," ujar Edwin.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
12 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
13 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved