IHSG rawan aksi profit taking

Jum'at, 22 Februari 2013 - 08:18 WIB
IHSG rawan aksi profit...
IHSG rawan aksi profit taking
A A A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksi akan berada pada kisaran 4.596-4.653. Dengan pola inverted hammer diposisi atas ditengah overbought-nya indikator Stochastics mengindikasikan rawannya terkena profit taking.

Demikian diungkapkan Kepala Riset MNC Securties, Edwin Sebayang, Jumat (22/2/2013).

Pernyataan The Federal Reserve Bank of Philadelphia yg mengatakan Indeks Kondisi Bisnis Mid-Atlantic Region bulan Februari yang terkontraksi tajam 2 bulan berturut-turut menjadi -12,5 (mengindikasikan terkontraksinya sektor manufacturing di daerah tersebut).

Selain itu, tajamnya kenaikan Klaim Tunjangan Pengangguran Mingguan yg melonjak tajam 20.000 unit menjadi level penyesuaian 362.000 menjadi faktor kembali turunnya Dow Jones sebesar -46.92 poin (-0.34 persen) diiringi naiknya The Vix sebesar +3.68 persen ditutup pada level 15.22.

Hal itu terjadi di tengah in line-nya data existing home sales menjadi 4,92 juta rumah tetapi penawaran rumah untuk dijual terkontraksi ke level terendah dalam 13 tahun terakhir serta The Leading Economic Index meningkat di bulan Januari sehingga memberikan sinyal bertumbuhnya aktivitas ekonomi.

Dampak statement The Fed yang akan menghentikan program bond buying alias akan dihentikannya "Era Duit Murah" kembali mendorong harga komoditas turun tajam seperti, oil -2.4 persen, gold -0.15 persen(menuju level USD1500), nickel -1.8 persen dan tin -2.44 persen.

"Seingga dengan kejatuhan tersebut selama 4 hari berturut-turut, harga Nickel turun -9.16 persen dan Tin turun -8.25 persen menjadikan cukup alasan agar melakukan Sell atau avoid saham berbasis komoditas," kata Edwin.

Selain itu, kata dia, dengan kembali jatuhnya Dow semalam menjadi sentimen negatif bagi perdagangan IHSG Jumat ini ditengah overvalued-nya valuasi beberapa saham big caps & 2nd liners ditengah faktor utama penahan IHSG untuk tidak jatuh, yakni "Liquidity Driven The Market" yg mencapai YTD (Kamis, 20/02), net buying asing sebesar Rp13,10 triliun.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Skenario IHSG untuk...
Skenario IHSG untuk Bertahan di Level 6.300
Rilis Neraca Dagang...
Rilis Neraca Dagang Pengaruhi Pergerakan IHSG Hari Ini
IHSG Akhir Pekan Dibuka...
IHSG Akhir Pekan Dibuka Merayap, Naik Tipis 5,30 Poin
Investor Asing Tak Lagi...
Investor Asing Tak Lagi Borong Saham, IHSG jadi Loyo
Seharian Bergeming di...
Seharian Bergeming di Zona Hijau, IHSG Ditutup Naik ke 6.289
Ada Peluang IHSG Terkoreksi...
Ada Peluang IHSG Terkoreksi Hari Ini, Bergerak Terbatas 6.123-6.288
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
7 jam yang lalu
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
8 jam yang lalu
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
11 jam yang lalu
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
12 jam yang lalu
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
13 jam yang lalu
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
14 jam yang lalu
Infografis
5 Titik Rawan Perang...
5 Titik Rawan Perang Dunia III pada Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved