IHSG akan menguat meski tertekan aksi jual
Selasa, 26 Februari 2013 - 08:02 WIB
IHSG akan menguat meski tertekan aksi jual
A
A
A
Sindonews.com - Indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini diprediksi akan ditutup menguat. Pasalnya, akan menyentuh level cukup tinggi pada 4.710.
"IHSG berada pada posisi 4.667-4.710. Pola Four White Soldiers di area overbough terbentuk atas IDX mengindikasikan Bullish Continuation tetapi akan dibayangi tekanan jual," terang kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Selasa (26/2/2013).
Menurutnya, kondisi pasar domestik yang masih jenuh saat ini diprediksi akan dimanfaatkan sebagian investor kapasitas kecil untuk merealisasikan keuntungannya dengan melakukan aksi jual. Sehingga berpotensi menahan penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.
Dari pasar global, berita yang kurang baik memberi dampak sentimen yang kurang bergairah bagi laju IHSG.
Di tengah absennya release data ekonomi Senin (25/2/2013), akibat kekhawatiran pemilu di Italia, di mana dalam penghitungan suara sementara mantan PM Italia, Silvio Berlusconi mengungguli lawan-lawannya seperti currenct PM Mario Monti dan Bersani mengakibatkan Dow Jones turun tajam sebesar 216,4 poin (1,55 persen) ditutup pada level 13.784,17.
Kondisi tersebut turut diiringi kenaikan tajam The CBOE Volatility Index sebesar 34,02 persen, ditutup pada level 18,99.
Merujuk kejatuhan tajam Dow Jones sebesar 216,4 semalam ditutup dibawah level 14,000, diiringi kejatuhan harga komoditas seperti Oil -0.99 persen, Nickel -1.37 persen dan CPO -2.38 persen.
Sementara, di tengah kondisi banyak saham saat ini sudah mendekati, mencapai atau melebihi fair value-nya, dikaitkan dengan YTD Net Buying Asing mencapai Rp14,39 triliun (padahal sepanjang 2012 net buying asing hanya sebesar Rp15 triliun), tentunya muncul pertanyaan bagaimana kondisi perdagangan di Bursa Indonesia Selasa ini?
"Saya memperkirakan IHSG berpeluang terkena tekanan jual minor, akan tetapi selama investor asing belum menunjukkan tanda-tanda pull out dari BEI, maka IHSG dapat bertahan dari gempuran yang diperkirakan berasal dari investor cumi-cumi alias investor kecil sehingga setiap kejatuhan di BEI akan diserap oleh investor institutional baik lokal maupun asing," jelas Edwin.
"IHSG berada pada posisi 4.667-4.710. Pola Four White Soldiers di area overbough terbentuk atas IDX mengindikasikan Bullish Continuation tetapi akan dibayangi tekanan jual," terang kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang, Selasa (26/2/2013).
Menurutnya, kondisi pasar domestik yang masih jenuh saat ini diprediksi akan dimanfaatkan sebagian investor kapasitas kecil untuk merealisasikan keuntungannya dengan melakukan aksi jual. Sehingga berpotensi menahan penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.
Dari pasar global, berita yang kurang baik memberi dampak sentimen yang kurang bergairah bagi laju IHSG.
Di tengah absennya release data ekonomi Senin (25/2/2013), akibat kekhawatiran pemilu di Italia, di mana dalam penghitungan suara sementara mantan PM Italia, Silvio Berlusconi mengungguli lawan-lawannya seperti currenct PM Mario Monti dan Bersani mengakibatkan Dow Jones turun tajam sebesar 216,4 poin (1,55 persen) ditutup pada level 13.784,17.
Kondisi tersebut turut diiringi kenaikan tajam The CBOE Volatility Index sebesar 34,02 persen, ditutup pada level 18,99.
Merujuk kejatuhan tajam Dow Jones sebesar 216,4 semalam ditutup dibawah level 14,000, diiringi kejatuhan harga komoditas seperti Oil -0.99 persen, Nickel -1.37 persen dan CPO -2.38 persen.
Sementara, di tengah kondisi banyak saham saat ini sudah mendekati, mencapai atau melebihi fair value-nya, dikaitkan dengan YTD Net Buying Asing mencapai Rp14,39 triliun (padahal sepanjang 2012 net buying asing hanya sebesar Rp15 triliun), tentunya muncul pertanyaan bagaimana kondisi perdagangan di Bursa Indonesia Selasa ini?
"Saya memperkirakan IHSG berpeluang terkena tekanan jual minor, akan tetapi selama investor asing belum menunjukkan tanda-tanda pull out dari BEI, maka IHSG dapat bertahan dari gempuran yang diperkirakan berasal dari investor cumi-cumi alias investor kecil sehingga setiap kejatuhan di BEI akan diserap oleh investor institutional baik lokal maupun asing," jelas Edwin.
(izz)
Lihat Juga :