IHSG diprediksi akan mampu bertahan
Selasa, 26 Februari 2013 - 08:32 WIB
IHSG diprediksi akan mampu bertahan
A
A
A
Sindonews.com - Atas asumsi yang didukung oleh pasar saham Eropa dan AS yang kemungkinan dipicu masih adanya rilis emiten yang dapat melampaui pasar, maka indeks harga saham gabungan (IHSG) pun akan terbantu untuk kembali bertahan di area overbought.
Hal tersebut disampaikan Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, mengawali perdagangan selasa (26/2/2013).
Reza menyebutkan, pada perdagangan Selasa (26/2/2013) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.646-4.668 dan resistance 4.708-4.715.
Berpola kembali menyerupai hammer menyentuh upper bollinger bands (UBB). MACD naik tipis dengan histogram positif yang meningkat. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali upreversal di atas area overbought.
"Kenaikan yang terjadi kembali didukung oleh volume perdagangan sehingga Kami pun kembali menaikkan target resistance berikutnya untuk menguji apakah IHSG mampu kembali menabrak target tersebut," kata Reza.
Selin itu, lanjut dia, dengan asumsi didukung oleh pasar saham Eropa dan AS maka IHSG akan terbantu untuk kembali bertahan di area overbought. "Akan tetapi, tetap perlu untuk mewaspadai potensi pembalikan arah," imbuh Reza.
Rilis berita penurunan rating Inggris dari AAA ke AA1, rencana pemerintah China membatasi pertumbuhan properti, dan penurunan HSBC Manufacturing PMI ternyata tidak dihiraukan IHSG dengan tetap bertahan di zona hijau.
Aksi beli, terutama investor asing masih mendominasi sehingga cukup membantu IHSG menanjak.
Menurutnya, target resistance Trust Securities pada level 4.662-4.670 kembali berhasil dilampaui dan hampir menyentuh target new high record di level 4.700. Pergerakan pembukaan pasar saham Eropa yang positif turut mendukung kenaikan IHSG.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.696,11 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.656,26 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger
di level 4.696,11.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi meningkat. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar Rupiah pada kurs BI tetap setelah terimbas sentimen positif dari kenaikan Euro yang dipicu hasil pemilu Cyprus. Hasil tersebut dimenangi oleh Nikos Anastasyades yang berhaluan sama dengan PM Yunani yang bersedia melakukan program penghematan dan menginginkan untuk tetap berada di zona Euro.
Sentimen dari rilis data Jerman di akhir pekan lalu turut berimbas positif. Namun, pasar juga disuguhkan dengan sentimen jelang hasil pemilu parlemen di Italia dan pidato Gubernur The Fed pada Selasa (26/2/2013).
Selain itu, kabar buruk dari Inggris yang peringkat kreditnya dipangkas oleh Moody's dari AAA menjadi AA1 dan pidato Komisi Eropa yang mengutarakan bahwa zona Euro masih akan mengalami resesi 2013 dengan perkiraan pertumbuhan direvisi turun menjadi -0,3 persen dari sebelumnya 0,1 persen serta penurunan indeks manufaktur China versi HSBC.
Bursa saham Asia positif dipicu reli bursa saham Jepang setelah nilai tukar Yen melemah di tengah spekulasi Gubernur BoJ yang baru akan sangat mendukung kebijakan PM Shinzo Abe untuk percepatan stimulus ekonomi.
Bursa saham China dan Hong Kong yang sebelumnya melemah karena rilis penurunan data HSBC Manufacturing PMI, berbalik positif setelah terimbas kabar dari Jepang tersebut. Kenaikan ekspektasi perbaikan kinerja dari emiten penghasil minyak dan brokerage di China turut berikan imbas positif.
Hal tersebut disampaikan Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada, mengawali perdagangan selasa (26/2/2013).
Reza menyebutkan, pada perdagangan Selasa (26/2/2013) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4.646-4.668 dan resistance 4.708-4.715.
Berpola kembali menyerupai hammer menyentuh upper bollinger bands (UBB). MACD naik tipis dengan histogram positif yang meningkat. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali upreversal di atas area overbought.
"Kenaikan yang terjadi kembali didukung oleh volume perdagangan sehingga Kami pun kembali menaikkan target resistance berikutnya untuk menguji apakah IHSG mampu kembali menabrak target tersebut," kata Reza.
Selin itu, lanjut dia, dengan asumsi didukung oleh pasar saham Eropa dan AS maka IHSG akan terbantu untuk kembali bertahan di area overbought. "Akan tetapi, tetap perlu untuk mewaspadai potensi pembalikan arah," imbuh Reza.
Rilis berita penurunan rating Inggris dari AAA ke AA1, rencana pemerintah China membatasi pertumbuhan properti, dan penurunan HSBC Manufacturing PMI ternyata tidak dihiraukan IHSG dengan tetap bertahan di zona hijau.
Aksi beli, terutama investor asing masih mendominasi sehingga cukup membantu IHSG menanjak.
Menurutnya, target resistance Trust Securities pada level 4.662-4.670 kembali berhasil dilampaui dan hampir menyentuh target new high record di level 4.700. Pergerakan pembukaan pasar saham Eropa yang positif turut mendukung kenaikan IHSG.
Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4.696,11 (level tertingginya) di akhir sesi 2 dan menyentuh level 4.656,26 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan akhirnya berhasil bertengger
di level 4.696,11.
Volume perdagangan dan nilai total transaksi meningkat. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pergerakan nilai tukar Rupiah pada kurs BI tetap setelah terimbas sentimen positif dari kenaikan Euro yang dipicu hasil pemilu Cyprus. Hasil tersebut dimenangi oleh Nikos Anastasyades yang berhaluan sama dengan PM Yunani yang bersedia melakukan program penghematan dan menginginkan untuk tetap berada di zona Euro.
Sentimen dari rilis data Jerman di akhir pekan lalu turut berimbas positif. Namun, pasar juga disuguhkan dengan sentimen jelang hasil pemilu parlemen di Italia dan pidato Gubernur The Fed pada Selasa (26/2/2013).
Selain itu, kabar buruk dari Inggris yang peringkat kreditnya dipangkas oleh Moody's dari AAA menjadi AA1 dan pidato Komisi Eropa yang mengutarakan bahwa zona Euro masih akan mengalami resesi 2013 dengan perkiraan pertumbuhan direvisi turun menjadi -0,3 persen dari sebelumnya 0,1 persen serta penurunan indeks manufaktur China versi HSBC.
Bursa saham Asia positif dipicu reli bursa saham Jepang setelah nilai tukar Yen melemah di tengah spekulasi Gubernur BoJ yang baru akan sangat mendukung kebijakan PM Shinzo Abe untuk percepatan stimulus ekonomi.
Bursa saham China dan Hong Kong yang sebelumnya melemah karena rilis penurunan data HSBC Manufacturing PMI, berbalik positif setelah terimbas kabar dari Jepang tersebut. Kenaikan ekspektasi perbaikan kinerja dari emiten penghasil minyak dan brokerage di China turut berikan imbas positif.
(izz)
Lihat Juga :