Tata Consultancy setuju bayar upah USD30 Juta

Selasa, 26 Februari 2013 - 18:43 WIB
Tata Consultancy setuju...
Tata Consultancy setuju bayar upah USD30 Juta
A A A
Sindonews.com - Tata Consultancy Services Ltd (TCS), penyedia jasa perangkat lunak terbesar di Asia, setuju membayar USD29,8 juta untuk menyelesaikan sengketa upah di California, AS, dengan pekerja India yang dikirim bekerja di 'Negeri Paman Sam'.

Ketentuan penyelesaian dijelaskan dalam pengajuan 21 Februari lalu, dengan Hakim Distrik Oakland, California, AS, Claudia Wilken.

"Ini adalah kasus perjuangan keras yang luar biasa dan kami bangga dengan hasil positif untuk karyawan," kata Kelly M Dermody, pengacara pekerja dalam emailnya seperti dilansir dari Bloomberg, Selasa (26/2/2013).

Pekerja non warga AS mengklaim telah dipaksa perusahaan menandatangani pengembalian pajak negara federal kepada perusahaan dan kesalahan pemotongan gaji karyawan India atas kompensasi AS.

"TCS percaya selalu bertindak tepat terlepas dari tuduhan dalam kasus ini,'' kata Michael McCabe, juru bicara Tata.

"Perusahaan telah mengakui kesalahan. Kami sepakat untuk menyelesaikan masalah ini guna menghilangkan gangguan kepada rekan dan manajemen,'' tambahnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hasil Studi Dell: Perusahaan...
Hasil Studi Dell: Perusahaan Mau Cepat Beralih Digital atau Mau Gagal?
Hobi Pemerintah Gandeng...
Hobi Pemerintah Gandeng Perusahaan Asing Dikritik
3 Perusahaan Rusia di...
3 Perusahaan Rusia di Indonesia, Nomor 1 Pernah Hengkang Kini Ditawarkan Lagi
Ini 5 Perusahaan Asal...
Ini 5 Perusahaan Asal Amerika Serikat yang Beroperasi di Indonesia, Nomor 4 Pernah Untung Rp 4,5 Triliun
Program Tiga Juta Rumah...
Program Tiga Juta Rumah Siap Dijalankan, Akan Libatkan Perusahaan Asing
Satu Perusahaan Migas...
Satu Perusahaan Migas Asing Kabur Lagi, Indonesia Ribet?
Berita Terkini
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
28 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
10 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
10 jam yang lalu
Infografis
Indonesia-AS Teken Perjanjian...
Indonesia-AS Teken Perjanjian Dagang Resiprokal: Kabar Baik buat 4 Juta Buruh Tekstil
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved