IHSG diprediksi alami stabilisasi menuju penguatan tipis
Rabu, 27 Februari 2013 - 08:12 WIB
IHSG diprediksi alami stabilisasi menuju penguatan tipis
A
A
A
Sindonews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diprediksi akan berada pada posisi 4.627-4.704. Pola bearish harami di area overbought terbentuk atas IHSG mengindikasikan bearish reversal dan dibayangi tekanan jual.
Faktor meningkatnya data home prices bulan Desember sebesar 0,9 persen (ekspektasi home price naik +0,5 persen), data prices di 20 kota menguat 6,8 persen YoY (membukukan kenaikan terbaik sejak 2006), data New Home Sales bulan Januari naik +15,6 persen menjadi berjumlah 437.000 unit (kenaikan per bulan terbesar sejak 20 tahun terakhir ditengah prediksi awal ekonom naik sebesar 381.000 unit.
Selain itu, Consumer Confidence meningkat menjadi 69,6 di bulan Februari dari level 58,4 di bulan Januari (dibandingkan konsensus ekonom sebesar 61) serta komentar Chairman The Fed Ben Bernanke yang mengatakan easy money policy melalui program bond buying masih akan dilanjutkan menjadi faktor Dow Jones bounce back sebesar +115.96 poin (+0,84 persen) diikuti turunnya The CBOE Volatility Index sebesar -11,16 persen ditutup pada level 16.87.
"Bursa Indonesia saya perkirakan cenderung mengalami stabilisasi menuju penguatan tipis dalam perdagangan Rabu ini didorong katalis menguatnya Dow Jones Selasa sebesar +0,84 persen," prediksi Edwin.
Di tengah faktor utama yang mendorong IHSG bertahan dan menguat adalah faktor derasnya net buying asing YTD mencapai Rp 14,68 triliun, sehingga kalaupun IHSG turun akibat profit taking yang dilakukan trader 'cumi-cumi', maka akan diserap oleh foreign investor sehingga akan sangat sulit melihat IHSG akan turun tajam ditengah valuasi beberapa saham big caps dan second liners sudah mendekati bahkan mencapai fair value-nya.
Faktor meningkatnya data home prices bulan Desember sebesar 0,9 persen (ekspektasi home price naik +0,5 persen), data prices di 20 kota menguat 6,8 persen YoY (membukukan kenaikan terbaik sejak 2006), data New Home Sales bulan Januari naik +15,6 persen menjadi berjumlah 437.000 unit (kenaikan per bulan terbesar sejak 20 tahun terakhir ditengah prediksi awal ekonom naik sebesar 381.000 unit.
Selain itu, Consumer Confidence meningkat menjadi 69,6 di bulan Februari dari level 58,4 di bulan Januari (dibandingkan konsensus ekonom sebesar 61) serta komentar Chairman The Fed Ben Bernanke yang mengatakan easy money policy melalui program bond buying masih akan dilanjutkan menjadi faktor Dow Jones bounce back sebesar +115.96 poin (+0,84 persen) diikuti turunnya The CBOE Volatility Index sebesar -11,16 persen ditutup pada level 16.87.
"Bursa Indonesia saya perkirakan cenderung mengalami stabilisasi menuju penguatan tipis dalam perdagangan Rabu ini didorong katalis menguatnya Dow Jones Selasa sebesar +0,84 persen," prediksi Edwin.
Di tengah faktor utama yang mendorong IHSG bertahan dan menguat adalah faktor derasnya net buying asing YTD mencapai Rp 14,68 triliun, sehingga kalaupun IHSG turun akibat profit taking yang dilakukan trader 'cumi-cumi', maka akan diserap oleh foreign investor sehingga akan sangat sulit melihat IHSG akan turun tajam ditengah valuasi beberapa saham big caps dan second liners sudah mendekati bahkan mencapai fair value-nya.
(rna)
Lihat Juga :