Bangun pabrik, KAEF pilih terbitkan obligasi

Rabu, 27 Februari 2013 - 09:57 WIB
Bangun pabrik, KAEF...
Bangun pabrik, KAEF pilih terbitkan obligasi
A A A
Sindonews.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tengah menjajaki sejumlah skema penggalangan dana untuk membiayai rencana ekspansi perseroan pada tahun ini, salah satunya dengan menerbitkan obligasi. Saat ini, perseroan sedang menjalani proses pemeringkatan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).

"Kita kan mau ekspansi bisnis, artinya kita butuh pengembangan. (Dana untuk pengembangan) Itu kan bisa dari pasar modal, bisa berupa penerbitan right issue atau obligasi," terang Direktur Utama KAEF Rusdi Rosman di Crowne Plaza, Jakarta, Selasa (26/2/2013) malam.

Namun demikian, dirinya belum bisa memastikan skema mana yang akan ditempuh perseroan. Pasalnya, saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeringkatan oleh Pefindo.
"Belum tahu karena kita sedang pemeringkatan terlebih dahulu," tegasnya.

Diakui Rusdi, perseroan sebenarnya berniat melakukan right issue. Namun, sebagai perusahaan pelat merah, perseroan harus terlebih dahulu memenuhi syarat yang diberikan DPR.

Dimana, DPR meminta rights issue baru bisa dilakukan setelah proses restrukturisasi BUMN farmasi yang melibatkan Indofarma rampung. "Sebelumnya kan mau right issue, tapi harus persetujuan DPR. Akhirnya opsi lain, kami berencana menerbitkan obligasi. Sekarang masih di-rating, mungkin semester ini," jelasnya.

Perseroan sebelumnya sempat menargetkan dana dari obligasi Rp1 triliun. Dengan menggunakan laporan keuangan Desember 2012, aksi korporasi ini diharapkan bisa direalisasikan pada Juni 2013.

Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk melakukan ekspansi usaha berupa pembangunan pabrik baru senilai Rp500 miliar. Saat ini perseroan memiliki dana sebesar Rp260 miliar.

"Dananya dari bank dan cash on hand perusahan saat ini ada sekitar Rp260 miliar, cash flow kita sangat sehat," tutur dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kembali Berlayar di...
Kembali Berlayar di Kepulauan Seribu, Klinik Apung Disambut Positif
Luncurkan 2 Layanan...
Luncurkan 2 Layanan Baru, Kimia Farma Diagnostika Optimistis Raih Pendapatan Rp2,5 T
Layanan Vaksinasi Covis-19...
Layanan Vaksinasi Covis-19 Berbayar di Kimia Farma, Intip Jenis Vaksin dan Cara Pendaftarannya
Bangun Indonesia Sehat,...
Bangun Indonesia Sehat, Kimia Farma Diagnostika dan Pfizer Perkuat Vaksinasi Nasional
Menelusur Fakta Vaksinasi...
Menelusur Fakta Vaksinasi Bayar Sendiri di Kimia Farma Berujung Penundaan
Partai Gelora Kritik...
Partai Gelora Kritik Bos Kimia Farma Tolak Minta Maaf Kasus Antigen Bekas
Berita Terkini
IHSG Makin Parah, Hari...
IHSG Makin Parah, Hari Ini Ditutup Ambles 4,20 Persen ke 5.594
59 menit yang lalu
AHY Jadi Ketua Komite...
AHY Jadi Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung Geser Luhut, Perpres Baru Diteken Prabowo
1 jam yang lalu
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
1 jam yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
1 jam yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
2 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Trump Bangun...
4 Alasan Trump Bangun Golden Dome Senilai Rp2.869 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved