AirAsia cetak kenaikan laba USD113 juta
Rabu, 27 Februari 2013 - 12:18 WIB
AirAsia cetak kenaikan laba USD113 juta
A
A
A
Sindonews.com - AirAsia Bhd (AIRA), maskapai penerbangan bertarif murah, melaporkan lonjakan terbesar dalam hampir 10 bulan di perdagangan Kuala Lumpur, Malaysia, setelah akan mulai mengadopsi kebijakan dividen tahun ini, menyusul kenaikan laba untuk keempat kuartal berturut-turut.
Laba bersih naik lebih dari dua kali lipat menjadi 350,6 juta ringgit (USD113 juta) dalam tiga bulan yang berakhir Desember 2012. Raihan laba ini mengalahkan estimasi analis rata-rata 301,3 juta ringgit .
Maskapai penerbangan berbasis di Sepang tersebut mengatakan, akan mulai membayar 20 persen dari laba operasi bersih tahunan sebagai dividen.
"Ini waktu yang tepat untuk membayar dividen," kata Group Chief Executive Officer, Tony Fernandes, yang mengambil alih maskapai pada 2001, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (27/2013).
Saham yang telah jatuh 19 persen dalam 12 bulan terakhir, naik 8,7 persen menjadi 2,87 ringgit per 11:07, terbesar sejak 3 Mei lalu, atau sebagai pemenang kedua terbesar di indeks MSCI Emerging Markets. Dari acuan FTSE Bursa Malaysia Indeks All Ordinaries lebih tinggi 0,2 persen.
"Kami selalu mengatakan kepada para pemegang saham untuk memberi waktu 10 sampai 12 tahun untuk membangun infrastruktur, membangun maskapai penerbangan yang tepat, dan kemudian kita akan mulai membayar beberapa dividen," ujarnya.
Laba bersih naik lebih dari dua kali lipat menjadi 350,6 juta ringgit (USD113 juta) dalam tiga bulan yang berakhir Desember 2012. Raihan laba ini mengalahkan estimasi analis rata-rata 301,3 juta ringgit .
Maskapai penerbangan berbasis di Sepang tersebut mengatakan, akan mulai membayar 20 persen dari laba operasi bersih tahunan sebagai dividen.
"Ini waktu yang tepat untuk membayar dividen," kata Group Chief Executive Officer, Tony Fernandes, yang mengambil alih maskapai pada 2001, seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (27/2013).
Saham yang telah jatuh 19 persen dalam 12 bulan terakhir, naik 8,7 persen menjadi 2,87 ringgit per 11:07, terbesar sejak 3 Mei lalu, atau sebagai pemenang kedua terbesar di indeks MSCI Emerging Markets. Dari acuan FTSE Bursa Malaysia Indeks All Ordinaries lebih tinggi 0,2 persen.
"Kami selalu mengatakan kepada para pemegang saham untuk memberi waktu 10 sampai 12 tahun untuk membangun infrastruktur, membangun maskapai penerbangan yang tepat, dan kemudian kita akan mulai membayar beberapa dividen," ujarnya.
(dmd)
Lihat Juga :