Samsung diminta bangun pabrik handset di Indonesia

Rabu, 27 Februari 2013 - 13:49 WIB
Samsung diminta bangun...
Samsung diminta bangun pabrik handset di Indonesia
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mendorong PT Samsung Electronics Indonesia, vendor produk komputer dan handset asal Korea Selatan, membangun pabrik produk handset di Indonesia.

Diketahui, selama ini Samsung Indonesia hanya mengimpor produk handset jadi yang tahun lalu nilainya mencapai USD1,2 miliar atau setara 30 persen dari total impor handset Indonesia.

Menurut Menteri Perindustrian MS Hidayat, Samsung menyampaikan kekhawatirannya tidak lagi mendapat jalur prioritas dalam mengimpor produk handset ke Indonesia, setelah terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 82 Tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam, dan Komputer Tablet serta Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 83 tentang Ketentuan Impor Produk Tertentu.

Dalam dua peraturan yang efektif berlaku 1 Januari 2013, disebutkan importasi telepon seluler, komputer genggam, dan komputer tablet hanya dilakukan oleh Importir Terdaftar (IT) yang mendapat Persetujuan Impor (PI) dari Kementerian Perdagangan, dan mengantongi Tanda Pendaftaran Produk (TPP) impor dari Kementerian Perindustrian. Selain itu, pemegang IT, hanya bisa menjual barang yang diimpornya melalui distributor, tidak bisa langsung ke pembeli eceran (retailer).

Peraturan tersebut juga membatasi impor melalui Pelabuhan Laut Belawan (Medan), Tanjung Pripk (Jakarta), Tanjung Emas (Semarang), dan Tanjung Perak (Surabaya). Kemudian Bandara Sultan Hasanuddin (Makassar), Polonia (Medan), Soekarno-Hatta (Tangerang), Ahmad Yani (Semarang), dan Djuanda (Surabaya).

"Samsung mulai merasa kesulitan dengan Peraturan Menteri Perdagangan No 82 dan No 83 Tahun 2012. Karena itu saya mengingatkan mereka untuk segera melakukan investasi di Indonesia," kata Hidayat dalam keterangan tertulisnya di Jakarta (Rabu (27/2/2013).

Hidayat menyebutkan, Samsung Indonesia sebenarnya sudah mempunyai pabrik di Indonesia, tetapi untuk produk consumer electronics. Sementara untuk produk handset belum ada.

Menurutnya, pemerintah perlu mendorong investasi perusahaan telekomunikasi asal Korea Selatan itu, sebagai substitusi impor handset yang saat ini nilainya mencapai USD4,5 miliar.

"Samsung telah menunjukkan minatnya untuk menjajaki invetasi handset di Indonesia. Pada pekan ini perseroan mulai melakukan pembahasan dengan kantor pusatnya terkait rencana investasi Samsung di Indonesia. Apalagi skala ekonomi usaha handset di Indonesia sudah tercapai," ujar Hidayat.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Samsung Tempati Urutan...
Samsung Tempati Urutan Pertama Gawai yang Paling Banyak Dipakai di Indonesia
50 Kode Rahasia Samsung:...
50 Kode Rahasia Samsung: Akses Fitur Tersembunyi & Maksimalkan Ponselmu
Cara Menghubungkan HP...
Cara Menghubungkan HP Samsung ke TV Tanpa dan dengan Kabel
Ini Pemicu Samsung Berhenti...
Ini Pemicu Samsung Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Samsung Umumkan Berhenti...
Samsung Umumkan Berhenti Jualan TV dan Perangkat Elektronik
Bekerja Senyap, Benteng...
Bekerja Senyap, Benteng Digital Samsung Knox Jaga Rahasia Pribadi dari Jutaan Ancaman Siber
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
25 menit yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
1 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
1 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
1 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
2 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
3 Kejanggalan Penanganan...
3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, KPK Diminta Bertindak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved