Koperindag harus tera ulang alat ukur pedagang

Rabu, 27 Februari 2013 - 17:19 WIB
Koperindag harus tera...
Koperindag harus tera ulang alat ukur pedagang
A A A
Sindonews.com - Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Maros diminta melakukan tera ulang alat ukur yang digunakan pedagang.

Pasalnya, selama ini banyak pedagang yang melakukan kecurangan pada beberapa produk sembako yang menggunakan alat ukur.

Protes warga dilaporkan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) kabupaten Maros. Sejak dibntuk Oktober lalu, BPSK menerima puluhan aduan dari konsumen Maros. Aduan yang diterima mayoritas tentang kecurangan pedagang dalam menjual barang dagangannya.

Anggota majelis BPSK, AS Chaidir Syam menuturkan, mayoritas aduan dari pelanggan pasar. Beberapa diantaranya mengeluhkan pedagang yang timbangannya tidak sesuai sehingga merugikan masyarakat. "Aduan lain yang masuk beberapa minimarket antara harga yang dipajang dengan harga di barcode barang berbeda," ujar Chaidir saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (27/2/2013).

Menurutnya, dari aduan tersebut BPSK merekomendasikan ke Dinas Koperindag untuk melakukan tera ulang alat ukur takar timbang dan perlengkapannya terhadap seluruh pedagang pasar di Maros.

Sementara untuk aduan harga yang berbeda antara barcode dan yang dipajang, BPSK memanggil manajemen minimarket tersebut agar masyarakat tidak dirugikan. Chaidir yang juga wakil ketua DPRD Maros ini meminta kepada masyarakat selaku konsumen untuk betul-betul memanfaatkan badan ini dengan baik.

"Ketika konsumen merasa dirugikan, jangan segan-segan untuk melapor. Karena salah satu tugas BPSK adalah mengembalikan dan melindungi hak-hak para konsumen sehingga pedagang tidak semena-mena dalam menjual," paparnya.

Sekretaris Dinas Koperindag Syamsir mengatakan, dari rekomendasi BPSK, koperindag akan melakukan tera ulang alat ukur timbang dan perlengkapannya terhadap seluruh pasar di 14 kecamatan di Maros. Tera ulang ini akan dilakukan pad 4-14 Maret.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Perdagangan Indonesia...
Neraca Perdagangan Indonesia pada Januari 2025 Catat Surplus USD 3,45 Miliar
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Top! Surplus Neraca...
Top! Surplus Neraca Dagang Tertinggi Sejak 9 Tahun Terakhir
Perdagangan Dunia Tahun...
Perdagangan Dunia Tahun Ini Mengalami Perlambatan 10,4%
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
3 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
3 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
3 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
5 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
5 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
5 jam yang lalu
Infografis
Ukraina Harus Setor...
Ukraina Harus Setor Logam Tanah Jarang jika Ingin Dibantu AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved