Swasta tak serius, Proyek 10.000 MW terancam molor

Rabu, 27 Februari 2013 - 19:28 WIB
Swasta tak serius, Proyek...
Swasta tak serius, Proyek 10.000 MW terancam molor
A A A
Sindonews.com - PT PLN (Persero) ragu bahwa proyek percepatan pembangunan pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW) tahap II, selesai tepat waktu. Pasalnya, banyak perusahaan swasta tidak serius mengembangkan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji mengakui ada beberapa faktor penyebab ketidakseriusan perusahaan swasta membangun PLTP. Antara lain, dana yang harus dikeluarkan relatif besar. Untuk pengeboran sumber panas bumi saja, setidaknya pengembang harus menggelontorkan USD7 juta untuk melubangi satu sumur. "Jika ingin mendapatkan hasil, paling tidak ada tiga sumur yang harus dibor, atau sekitar USD21 juta, kalau tidak punya modal sulit mereakisasikan," katanya, saat ditemui di kantornya, Rabu (21/2/2013).

Selain itu, perencanaan yang kurang optimal juga dinilai sebagai faktor lain dari para pengembang menyelesaikan pembangunan PLTP secara tepat waktu. Apalagi, pengembangan proyek-proyek PLTP tingkat kesulitanya melebihi membangun pembangkit lain. "Seperti batubara misalanya, maupun gas," ujarnya.

Di samping itu, pembangunan proyek energi baru dan terbarukan juga memerlukan waktu penyelesaian yang lebih lama. Misalnya, pembangunan proyek pembangkit panas bumi membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh tahun. "Jadi tenggang waktu pembangunan memang harus diperhitungkan," ucapnya.

Dia merinci, saat ini hanya sekitar 50 persen pengembang yang menunjukan keseriusannya membangun proyek-proyek tersebut. Sedangkan sisanya tidak ada aksi nyata dari para kontraktor pengemabang swasta, padahal keseriusan pengembang menjadi kunci proyek selesai sesuai target. "Pengembang swasta seharusnya sudah siap baik secara modal maupun perencanaan," tutur Pamudji.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Kebutuhan Investasi...
Kebutuhan Investasi Ketenagalistrikan Nasional
Subsidi Listrik Diperpanjang...
Subsidi Listrik Diperpanjang Hingga Maret 2021
Schneider Electric Kampanyekan...
Schneider Electric Kampanyekan Rumah Nyaman, Listrik Aman
MCB RXE, Si Kecil yang...
MCB RXE, Si Kecil yang Bikin Rumah Aman dari Kebakaran
Berita Terkini
Pertamina EP Bukukan...
Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
36 menit yang lalu
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
50 menit yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
1 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
2 jam yang lalu
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
2 jam yang lalu
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved